GURU PAI UBAH LELAH MENJADI LILLAH

Cikatomas 8 juni 2017 : Secara terminology religius adalah…wahyu yang berisi pendidikan (bimbingan, pengajaran, penyadaran ujian/rahmat dan hukuman dari Allah SWT) dan menjadi dasar keyakinan peribadatan ceremonial, ahlak mulya, serta dapat menjadi pedoman berilmu dan berahlakul karimah.
Melalui pembinaan rutin setiap bulan Ramadhan, Guru Pendidikan Agama Islam yang terbagi ke dalam beberapa wilayah se-Kabupaten Tasikmalaya selalu mendapatkan pembinaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, untuk wilayah selatan bertempat di aula gedung PGRI Kecamatan Cikatomas yang diikuti oleh seluruh guru Pendidikan Agama Islam dari 3 Kecamatan, Kecamatan Cikalong, Kecamatan Pancatengah, Kecamatan Cikatomas sebagai tuan rumah. Kasi Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar (Drs. H. Nunung Abdulah, M.Pd) mengatakan bahwa “pada intinya guru PAI harus senantiasa meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Allah SWT. dan selalu berpegang teguh pada tupoksi sebagai guru Pendidikan Agama Islam yang wajib menjadi contoh dan panutan baik di sekolah maupun di lingkungannya masing-masing, beliau juga menyinggung tentang Kegiatan Pesantren Ramadhan yang sedang berjalan, seyogyanya guru bukan hanya guru PAI saja wajib memonitoring setiap kegiatan siswa meskipun ada salah satu kekurangan tidak adanya buku Kegiatan Ramadhan yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu tersedia. Akan tetapi beliau juga berpesan seorang guru harus kreatif dan tidak terpaku hanya pada kendala sepele seperti hal tersebut, buatkan anak didik kita Buku Kegiatan meskipun hanya sebatas di buku tulis. Kata pribahasa “tak ada rotan akarpun jadi” katanya. Yang lebih utama lagi beliau mewanti-wanti bahwa “Guru Pendidikan Agama Islam wajib melaksanakan tugas sebagai guru PAI sebagai pendidik yaitu menjaga dan memelihara fitrah peserta didik dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik”. Itu merupakan salah satu ciri dari seorang guru profesional. Betapa tidak, bukankah tujuan adanya tunjangan sertifikasi guru yang diterima notabene untuk meningkatkan Pendidikan!?. Beliau menghimbau dan mengajak seluruh elemen guru PAI khususnya dan guru pada umumnya untuk sadar akan tugas dan kewajibannya masing-masing.
Kemudian dari Bapak Pengawas PAI (Mutakin, S.Ag., M.SI) menyinggung tentang administrasi pembelajaran yang dimiliki dan wajib dikelola oleh seorang guru, berdasarkan monitoring yang beliau laksanakan ternyata masih ada diantara guru PAI kelengkapan administrasi pembelajarannya masih kurang. Untuk itu beliau menghimbau supaya dikerjakan dengan rasa penuh tanggungjawab imbasnya pada Kegiatan Belajar Mengajar akan tampak meningkat jika perencanaannya baik hasilnya pun akan baik pula.