KABARSEKOLAH.ID – Asep Rifki Maulana Malik menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Instruktur (LATIN) I dan Latihan Pelatih (LATPEL) I yang diselenggarakan oleh PC IPNU IPPNU Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Mei 2026 di Pondok Pesantren An-Nahdlah, Kota Depok, tersebut diikuti oleh 21 peserta. Mengusung tema “Transforming Cadres, Empowering Futures: Mentransformasikan Kader, Memberdayakan Masa Depan,” pelatihan ini bertujuan mencetak instruktur dan pelatih yang kompeten untuk memperkuat kaderisasi IPNU IPPNU.
Dalam kegiatan tersebut, Asep Rifki Maulana Malik menyampaikan dua materi utama, yakni Sistem Kaderisasi dan Keinstrukturan.
Pada materi Sistem Kaderisasi, Asep menjelaskan bahwa kaderisasi merupakan sebuah sistem yang terdiri atas berbagai komponen dan elemen yang saling terintegrasi untuk mencapai tujuan organisasi. Menurutnya, keberhasilan kaderisasi bergantung pada keterpaduan seluruh unsur yang terlibat dalam proses pembinaan kader.
Ia juga menguraikan paradigma kaderisasi yang berorientasi pada pembentukan kader yang transformatif, kritis, kreatif, profesional, serta berakhlakul karimah. Selain itu, ia menekankan pentingnya pedoman kaderisasi sebagai acuan utama agar proses pembinaan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada materi Keinstrukturan, Asep menegaskan bahwa seorang instruktur tidak hanya bertugas menyampaikan materi. Instruktur juga harus mampu menjadi fasilitator, motivator, inovator, komunikator, sekaligus teladan bagi peserta selama proses pelatihan berlangsung.
Menurutnya, instruktur yang baik harus mampu mengelola forum secara efektif, menciptakan suasana belajar yang aktif dan dinamis, serta menjadi role model yang mampu menginspirasi kader untuk terus berkembang dan mengabdi kepada organisasi.
Melalui penyelenggaraan LATIN I dan LATPEL I ini, diharapkan lahir instruktur dan pelatih yang memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen dalam mengawal proses kaderisasi IPNU IPPNU di berbagai tingkatan organisasi.
Dengan mengusung tema “Transforming Cadres, Empowering Futures: Mentransformasikan Kader, Memberdayakan Masa Depan,” para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mentransformasikan nilai-nilai organisasi menjadi gerakan nyata, sehingga lahir kader-kader pelajar Nahdlatul Ulama yang unggul, progresif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam penyampaiannya, Asep Rifki Maulana Malik menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar proses mencetak kader, melainkan membangun ekosistem yang mampu melahirkan pemimpin masa depan.
“Kaderisasi bukan sekadar mencetak kader, tetapi membangun ekosistem yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Begitu pula instruktur, bukan hanya mengajar, tetapi menginspirasi dan memastikan nilai-nilai organisasi hidup dalam setiap kader,” ujar Asep Rifki Maulana Malik.***





Komentar