Connect with us

KOLOM

H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M Siapkan Langkah Dalam Membangun Analisis Swot di SMPN 1 Tasikmalaya

|

H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M Kepala SMPN 1 Tasikmalaya

Setelah diadakannya verifikasi dan sertijab Kepala SMP oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya di gedung PGRI kota Tasikmalaya, pada Kamis 16/8/2018 yang lalu, sebanyak 16 Kepala SMP tengah bersiap memimpin sekolahnya yang baru dengan rangkaian programnya masing-masing.

“Membangun analisis swot itu tidak perlu lama-lama, cukup satu hingga dua bulan saja. Setiap kepala sekolah harus mampu membaca situasi, baik berupa tantangan, hambatan, dukungan, hubungan dan sebagainya. Pada tiga bulan berikutnya maka lakukan konsolidasi yang terbangun baik, seperti peribahasa sunda mengatakan “ciri sabumi cara sadesa” yang artinya beda tempat beda adat dan kebiasaannya. Maka belum tentu strategi kita sukses di salah satu sekolah yang dulu diterapkan kembali di sekolah yang baru akan sukses lagi. Jadikan seluruh stakeholder yang ada itu adalah hasil kekayaan”, ungkapnya.

Seperti dilakukan oleh H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M yang sekarang resmi memimpin SMPN 1 Tasikmalaya, setelah sukses menghantarkan sekolah sebelumnya SMPN 11 Tasikmalaya meraih juara Adiwiyata dan sekolah sehat hingga tingkat Provinsi. Menurutnya dalam membangun analisis swot perlu strategi perencanaan yang sangat luar biasa. Untuk bisa memetakan analisis swot itu kita harus bisa menganalisa seberapa besar tantangan, hambatan, hubungan dan daya dukung yang nantinya akan menjadi pemetaan kita untuk melangkah kedepan.

Ia berpendapat bahwa setiap kita hadir ditempat yang baru semua orang mempunyai potensi, punya kelebihan, punya kapabilitas, punya daya dukung yang sama, karena niatan kita itu semua sama, punya semangat yang sama. Semua guru, tenaga kerja dan juga semua siswa ingin memajukan sekolahnya dan itu menunjukan semangat yang sama kenapa harus jadi berbeda?

Lebih lanjut dikatakan, sudah saatnya kita ditempatkan dimana saja mencoba untuk mengukir prestasi dan juga siap menuju perubahan kearah yang lebih bagus lagi. Siapkan mental setiap kepala sekolah dalam zona tidak nyaman. Karena di dalam posisi tenaga inovator adalah orang yang siap untuk tidak nyaman, siap mengambil resiko dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

“Kita tidak bisa terbang seperti rajawali dengan sayap kupu-kupu. Ketika ada kemauan yang besar maka kemampuan dan kemauan juga harus dibesarkan”, tuturnya.

Cecep juga berharap, semoga tujuan mulia dari Walikota dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dengan adanya rotasi mutasi ini bisa tercapai. Dengan adanya penyegaran, semangat baru, pemerataan kompetensi kalau perlu besok lusa di kota Tasik mulai diadakan pertukaran guru antar sekolah.

“Pertukaran Kepala Sekolah kan sudah terjadi di tingkat nasional, jadi kenapa tidak guru pun juga di satu wilayah Kota Kabupaten diadakan pertukaran. Jadi nanti tidak ada lagi kesan sekolah favorit atau sekolah besar tapi semuanya merata. Ataupun kedepan adanya pertukaran siswa, contohnya siswa SMPN A bisa mewarnai di SMPN B. Hal itu tentunya akan membawa motivasi baik kepada guru maupun teman sebayanya untuk lebih maju, bisa sharing pola pikir dan cara menghafal dengan cerdas” pungkas juara ke 1 Kepala Sekolah berprestasi tingkat Kota dan juara 2 tingkat Provinsi itu mengakhiri perbincanganya.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari