Connect with us

KIPRAH

Ahmad Faozan, Pengawas PAI Berprestasi dan Penggerak Komunitas Guru Belajar Indramayu

|

Namanya Bapak Ahmad Faozan. Tinggal di Blok Desa RT 006/003 Desa Sukalila Kec. Jatibarang Kab. Indramayu Jawa Barat. Pernah mengajar di SD PUI Jatibarang Indramayu (2002-2005), SDN Kebulen 3 Jatibarang Indramayu, dan saat ini sebagai Pengawas PAI pada TK, TKLB, SD, SDLB.

Istri beliau bernama Shichchah Hadi. Dikaruniai empat anak, yaitu: Fawwaz Ahmadinejad, Fatima Fayha Jasmine, Farha Mikayla Ábidah Faozan, Fazeela Hadhiqa Sajida Faozan.

Menerima penghargaan sebagai pengawas sekolah terbaik II Kategori Karya poster pada Simposium Nasional tahun 2017

Bapak pengawas yang tawadu dan santun ini memiliki sederet prestasi yang terbilang luar biasa, seperti: Pengawas PAI Berprestasi DITPAI Ditjen Pendis Kemenag RI (2018), Terbaik 2 Kategori Karya Poster Pengawas Sekolah pada Simposium Nasional Tenaga Kependidikan Tahun 2017 Kemdikbud RI, Peserta Visiting Guru PAI SD DITPAI Ditjen Pendis Kemenag RI 2015, Nominator Guru PAI Berprestasi Tingkat Nasional Ditpai Ditjen Pendis Kemenag RI 2013, Juara 3 Lomba Nasional Inovasi Pembelajaran PAI SD Balitbang Diklat Depag RI 2009, Finalis Lomba Kreasi Model Pembelajaran PAI SD Tingkat Nasional Ditpais Ditjen Pendis Depag RI 2008, Peserta Pemilihan Guru Berprestasi SD Tingkat Provinsi Jawa Barat 2009, Juara 1 Guru SD Berprestasi tingkat Kab. Indramayu Tahun 2009.

Bersama guru-guru se-Nusantara pada acara Temu Pendidik Nusantara 2018 with Coaching Indonesia

Di samping sebagai pengawas, beliau juga aktif di forum dan komunitas literasi seperti di Forum Guru Menulis dan Komunitas Guru Belajar Kab. Indramayu. Di Komunitas inilah beliau bahkan menjadi pelopor atau penggeraknya.

Menerima penghargaan sebagai Pengawas Berprestasi tingkat Nasional dari Kemenag RI

Dalam bidang karya tulis, beliau sering menjadi editor dan kontributor naskah buku serta menyusun buku panduan, antara lain: Manajemen Mutu Pendidikan Islam (2015), Kapita Selekta Manajemen Strategik Pendidikan Islam (2015), Konsep Supervisi Pendidikan dalam Al-Quran (2016), Pendidikan Karakter: Membangun Generasi Berakhlak dan Berprestasi (2016), Pendidikan Islam dalam Neraca Al-Quran (2016), Kepemimpinan Pendidikan Islam (2016), Buku Panduan Materi Pesantren Ramadan Kelas 1 sampai Kelas 6 (2017), Buku Soal-soal USBN PAI SD disertai Pembahasannya (2018). Tulisan-tulisan artikelnya seeing dimuat di Majalah Pembinaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan pada Surat Kabar Guru Belajar Kampus Guru Cikal Jakarta.

Bersama Komunitas Guru Belajar Indramayu

Alumnus S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan S2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini sering menjadi peserta dan pemateri pada berbagai pelatihan, diantaranya: Pelatihan Kurukulum 2013, Workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI), Workshop Penyusunan Buku Teks PAI, The Living Value Educator Workshop, Temu Pendidik Nusantara 2017-2018, dan lain-lain.

Menurut pengawas PAI yang juga kandidat doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, guru belajar itu dua kata yang seharusnya selalu disandingkan, bukan dipertentangkan. Guru adalah profesi dengan tingkat adaptasi tinggi hingga memungkinkan stressfull. Guru belajar adalah niscaya. Karena hanya guru belajar yang berhak mengajar.

Menjadi peserta pada Simposium Nasional Tahun 2017 Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari