Connect with us

KIPRAH

Bapak Nana Suryana, Dosen yang Aktif Menulis, Meneliti, Diklat dan Berorganisasi

|

Nama dosen IAILM Suryalaya ini sangat mudah diingat dan dikenal. Pembawaannya kalem, tawadu dan cepat akrab. Beliau adalah Nana Suryana, S.Ag. M.Pd. Pria kelahiran Tasikmalaya, 2 Agustus tahun 1973 ini tinggal di Kp. Godebag RT 03/02 Desa Tanjungkerta Kec. Pagerageung Kab. Tasikmalaya. Nama istrinya Karomah, S.Ag., beranak dua, bernama Alif Sabilul Huda Suryana dan Strata Dwi Ahadin Suryana.

Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Prodi PGMI IAILM Suryalaya Tasikmalaya. Alumnus S2 UPI Bandung ini sekarang sedang menempuh pendidikan S3 di UPI Bandung. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Mulyasari Bojonggambir, MTs Al Fadliyah Bojonggambir, PGAN Sukamanah, S1 IAILM Suryalaya, S2 UPI Bandung, S3 UPI Bandung (dalam tahap penyelesaian). Sebelum menjadi dosen dan Ketua Prodi, beliau pernah menjadi Guru MTs Serba Bakti Suryalaya, Guru MAK Serba Bakti Suryalaya, Guru SMK Plus YSB Suryalaya.

Pak Nana sedang berada di tengah-tengah mahasiswi PGMI IAILM Suryalaya

Pak Dosen yang enak diajak berdiskusi ini pernah meraih prestasi sebagai Dosen Favorit Versi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAILM Suryalaya pada tahun 2016. Beliau aktif menulis buku dan artikel. Buku-buku yang pernah diterbitkan antara lain: Profesi Keguruan (2014), Profesi Keguruan edisi revisi (2018), Kapita Selekta Pendidikan Dasar (editor & penulis) (2018), Orang Tuaku Idolaku (Pola Komunikasi Keluarga) (2018). Artikel-artikelnya pernah dimuat di berbagai surat kabar dan majalah, antara lain: RADEC Kembangkan Keterampilan Abad 21, Integrasi Nilai Keislaman Sebuah Alternatif, Nilai Gotong Royong Pawai Natura, Mengenal Slow Learner, PNS, Primadona?, Guru, Digugu Ditiru, Teknik Token Economic Modifikasi Perilaku, Ujian vs Ujian Kebahagiaan, Kilas Balik Hardiskur ke 57, Kilas Balik Pontren Suryalaya, Haji Syariat dan Tarekat, Nilai Pendidikan dalam Salat.

Berfoto bersama para dosen IAILM Suryalaya

Ada empat penelitian yang pernah beliau lakukan, yaitu: Kontribusi Pola Komunikasi dan Gaya Perlakuan Orang Tua terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 4-5 Tahun (2009), Tradisi Tolak Bala dalam TQN Suryalaya (2011), Nilai Gotong Royong dalam Pawai Nataura Pondok Pesantren Suryalaya (2018) (HAKI), Peningkatan Budaya Literasi Siswa Melalui Implementasi Model Pembelajaran Read-Answer-Discuss-Explain-And-Create (Radec) (2018).

Pak Nana di acara pembelakalan praktek keguruan dan penandatangan MOU dengan Disdik Kab. Tasikmalaya

Beliau aktif di tiga organisasi: Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya, Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, dan Komite SDN Suryalaya.

Di samping aktif sebagai dosen, berorganisasi dan meneliti, pria yang humoris ini aktif pula di berbagai kegiatan diklat, workshop, dan seminar, seperti: Pemateri pada Worshop Peningkatan Kompetensi Guru SD Melalui Implemenatsi Model Pembelajaran RADEC, Suryalaya 6-7 April 2018., Pemateri pada Workshop Implementasi Model Pembelajaran RADEC di Pendidikan dasar dan Menengah, Bandung, 1 September 2018, Peserta Pelatihan Pembelajaran Berbasis Media (2016), Peserta Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter (2011), Peserta International Seminar Univerality of Sufism in Building 21 st Century Civization (2010), Peserta Workshop Deseiminiasi dan Keberlanjutan Penerapan Hasil Konsorsium oleh PGMI Se-Indonesia (2009), Peserta Diklat PTK (2009), Peserta Workshop dan Desiminasi Hasil Workshop PGMI Se-Indonesia (2009), Peserta Peserta Seminar Pendidikan Tingkat Nasional (2009), Peserta Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (2009), Pemateri Penyuluhan tentang PAUD (2009), Peserta Seminar Nasional, Perkembangan Tasawuf dan Tarekat di Asia Tenggara (2009), Peserta Workshop Penyusunan Kurikulum dan Silabus Program S1 PGMI (2008), Peserta Enhancing The Profesionalisme of The Principals and Supervisions (2008), Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar (2008), Peserta Seminar Tasawuf, Solusi Problem Psiko Sosial (2008), Peserta Seminar Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini (2008).

Pak Nana sedang memberikan pengarahan di depan para mahasiswa

Terkait dengan literasi, beliau menjelaskan bahwa Abad 21 menuntut berbagai kompetensi yang harus dimiliki, salah satunya kemampuan literasi. Literasi ada dua hal yang harus dikembangkan, yaitu minat literasi dan budaya literasi. Semua orang memiliki minat yang tinggi untuk membaca, persoalannya apakah membaca berkualitas atau tidak, maka yang membedakan adalah budaya membacanya. Budaya terkait dengan kualitas apa yang kita baca. Seiring semangat literasi dewasa ini, mari kita tingkatkan dari minat membaca menjadi budaya membaca. Bukankah membaca perintah Allah.

Pak Nana berfoto bersama dengan para mahasiswanya


Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari