oleh

Berbagi Sepenggal kisahku

Aku ingin bercerita tentang sikap seorang anak muda Aussy dari sudut pandangku sendiri.
Aku bangga menceritakan kisah ini di hadapan murid- muridku disela- sela KBM.
Suatu hari aku pergi berbelanja suvenir di sebuah toko. Toko yang cukup lengkap. Semua tersedia, mulai accesoris sampai pakaian dan tasnya .
Ketika asyiiik melihat- lihat dan memilih- milih barang yang akan kubeli, tiba- tiba Duuuugkkk sebuah keranjang menyenggol punggungku dengan cukup keras.
” Aduuuh,” aku meringgis kesakitan. Kulihat dibelakangku seorang gadis remaja dengan tentengan keranjang belanjaan ditangannya. Segera ia mendekat padaku dan bilang” i’ m sorry, i’ m sorry, Mom….berkali- kali, sambil mencoba menjelaskan bahwa tadi dirinya sedang tidak fokus. ” never mind” jawabku, mengikhlaskan…meski punggungku masih terasa sakit.
Aku mengalihkan perhatianku pada jaket- jaket yang ada disana. Otomatis aku pindah tempat, ya…Anak muda itupun mengikutiku, mendekatiku dan bilang ” I’ m sorry” lagi.
Akupun menjawab ” It doesn’ t matter” sambil tersenyum dengan harapan dia puas dengan jawabanku dan mengerti kalo aku telah memaafkannya.
Rasanya aku telah cukup lama berada di toko itu. Walau banyak barang yang menggodaku tapi aku tahu persis isi dompetku, berapa lagi uang dollar yang kupunya saat itu. Segera aku pergi ke kasir, berdiri di barisan antrian yang tertib. Anak muda itu menyusulku lagi. Dia mengantri di belakangku dan bilang ” I’ m sorry”. Dengan agak bingung akupun menjawab seperti sebelumnya.
Sesampainya di rumah dan sampai saat ini aku terkesan dengan anak muda itu. Adakah anak muda di negeri kita yang minta maaf sampai berkali- kali seperti itu?
atau berlalu begitu saja?

Ada baiknya kita berkaca pada orang lain, pada budaya lain yang benar- benar diterapkan. BUKAN SEKADAR SLOGAN

Komentari

News Feed