Connect with us

RESENSI

Garda Terdepan Perbaikan Mental

|

Judul Buku  : Revolusi Mental dalam Pendidikan
Penulis         : Prof. Dr. H.E Mulyasa, M.Pd
Penerbit       : Remaja Rosda Karya
Terbit            : 2015
Tebal             : vi  + 206 hlm
ISBN              : 978-979-692-624-4

Permasalahan mental merupakan problem serius suatu bangsa. Sangat tepat, apabila  program revolusi mental menjadi prioritas pemerintahan presiden Joko Widodo. Permasalah mental adalah hal yang sangat vital dalam menentukan kemajuan peradaban suatu bangsa. Karena mental terkait langsung dengan sumber daya manusia yang akan membangun peradaban. Setiap lini masyarakat dituntut untuk melakukan revolusi mental, mengingat saat ini problem keterpurukan mental semakin kompleks. Penyelesaiannya masih belum menunjukan banyak kemajuan. Kasus korupsi, kolusi, kekerasan, kriminalitas, penyalahagunaan narkoba, kenakalan remaja dan lainnya.  Seakan tidak ada habisnya terjadi di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Institusi pendidikan adalah institusi yang dianggap paling memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor revolusi mental. Karena pendidikanlah yang paling utama dalam mengawal nilai-nilai sakral kehidupan. Oleh karena itu sebelum menjadi pelopor dalam revolusi mental, institusi internal pendidikan juga masih perlu dilakukan revolusi mental. Prof. H. E. Mulyasa dalam buku ini memberikan alasan dan sekaligus memberikan solusi terkaiat revolusi mental dalam pendidikan. Penulis memberikan alasan kenapa pentingnya dilakukan revolusi mental dalam institusi pendidikan. Tantangan pendidikan ke depan memang tidak ringan, bahkan dibilang sangat riskan, kompleks dan semerawut (chaos), apalagi dengan kondisi politik, eksekutif, legislatif, yudikatif seperti saat ini. Sehingga revolusi mental di sekolah merupakan paradigma baru untuk bangkit dan keluar dari keterpurukan. Selanjutnya Prof Mulyasa juga menjelaskan revolusi mental yang paling penting adalah pada diri guru sendiri. Perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran tidak akan efektif ketika dimensi kultural yang mempengaruhi cara berfikir guru dan peserta didik dalam melakukan pendidikan tidak diubah. Namun demikian revolusi mental guru juga harus dibarengi dengan revolusi mental kepala sekolah dan pengawasnya, peserta didik serta warga sekolah lainnya. (hlm 9). Guru, kepala sekolah pengawas adalah komponen utama dalam sekolah sehingga revolusi mental di sekolah harus dimulai dari ketiganya.

Penulis menguraikan berbagai problem realitas yang terjadi diinstitusi sekolah yang ada di tanah air. Revolusi mental yang ditawarkan Prof. Mulyasa sebagai upaya dalam rangka mengurangi berbagai penyimpangan di sekolah. Sasaran revolusi mental di sekolah yang ditawarkan penulis dengan melakukan identifikasi dan dianalisis diantaranya adalah, pertama mewujudkan visi, misi dan strategi untuk mewujudkannya. Visi misi menentukan arah pengembangan sekolah. Oleh karena itu sekolah harus menyatakan dengan jelas visi, misi kebijakan, tujuan dan sasaran sebagai kesepakatan bersama warga sekolah yang menjadi komitmen bersama untuk diwujudkan. Kedua menumbuhkan budaya mutu. Revolusi mental di sekolah harus dapat menumbuhkan budaya mutu yang tertanam dalam sanubari semua warga sekolah, sehingga setiap prilaku selalu didasari oleh prefesionalisme. Ketiga menumbuhkan harapan prestasi tinggi. Keempat menumbuhkan kemauan untuk berubah, kelima menumbuhkan kemandirian.

Kemudian keenam menciptakan lingkungan yang aman, ketujuh mewujudkan proses pembelajaran yang efektif. Kedelapan mengembangkan sistem penilaian efektif, kesembilan membangun karakter kepemimpinan sekolah yang kuat. Kesepuluh melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi. Kesebelas, mengutamakan kepuasan pelanggan (customer satisfaction), kedua belas sikap responsif dan antisipatif. Ketiga belas mengembangkan komunikasi yang baik. Keempat belas, mewujudkan teamwork yang kompak, cerdas dan dinamis. Kelima belas membangun keterbukaan manajemen, keenambelas, melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Dan yang terakhir ketujuh belas meningkatkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. (hal 78-85)

Buku yang ditulis oleh Prof. Mulyasa ini sangat enak sekali untuk dibaca, karena apa yang diuraikan merupakan problem keseharian dalam dunia pendidikan pada institusi sekolah. Data-data yang disajikan pun banyak yang diambil dari informasi kekinian yang ada diberbagai media masa. Sehingga solusi yang ditawarkan pun berdasarkan realita yang terjadi dilapangan dan lebih bersifat aplikatif.

Oleh karena itu buku ini menjadi penting untuk dibaca oleh kalangan pendidik khusunya dan umumnya masyarakat yang peduli akan pendidikan. Agar semua paham akan problem yang ada pada pendidikan kita, sekaligus mengetahui bagaimana penyelesaiannya. Melalui buku ini prof. Mulyasa memberikan sumbangsih pemikiran besar dalam rangka revolusi mental di dunia pendidikan.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari