Connect with us

KOLOM

Halal Bihalal KKG Kab. Tasikmalaya 2017

|

Singaparna, 20 Juli 2017 ;

Bertempat di RM. Gunung Djati, acara halal bihalal KKG Kab. Tasikmalaya mulai jam 08.00 lancar dan sangat berkesan terutama tausiyah dari Ust. Acep Tohir Fuad dari Sukamanah pada tausiyahnya tentang guru, “guru harus seperti pelajaran Allah SWT dalam Al Quran” tidak hanya guru PAI saja, semua guru wajib menjadi ujung tombak untuk menciptakan generasi-generasi muda penerus bangsa yang beriman dan bertakwa, berahlakul karimah, cerdas, dan kompetitif di masa yang akan datang.

Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tasikmalaya, Kepala Kemenag Kab. Tasikmalaya, Kasi PAIS dan Staf, serta 5 orang perwakilan KKG Kecamatan. Semua hadir sesuai dengan undangan dari panitia, sebagai bukti nyata kekompakan dari KKG Kab. Tasikmalaya.

Prakata dari Ketua KKG, memberikan semangat dan motivasi lebih kepada semua guru khususnya guru PAI untuk menyisihkan TPG untuk dapat memenuhi panggilan rukun Islam yang ke-5. Pada tahun ini 31 guru dan pengawas PAI Kab. Tasikmalaya alhamdulillah dapat berangkat ke tanah suci. Beliau berpesan syaratnya adalah niat dan berusaha, semoga guru PAI khususnya, pada tahun-tahun berikutnya menyusul untuk dapat melaksanakannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tasikmalaya dalam sambutannya sangat berharap kepada guru untuk melaksanakan tanggungjawabnya mendidik siswa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, dan mendukung penuh kepada guru yang berniat untuk ibadah haji apalagi biaya yang digunakan hasil dari menyisihkan TPG. “Adanya TPG jadikan lebih bermakna tidak hanya bermanfaat saja” imbuhnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tasikmalaya menambahkan, guru PAI harus menjadi model pendidikan disekolah juga dimasyarakat. Kembangkan potensi anak didik melalui Kegiatan Belajar Mengajar yang baik, juga penanaman sikap dan budi pekerti yang kontinyu. Jadikan setiap momen dengan anak didik disekolah adalah rekreasi belajar yang menyenangkan.

Tepat jam 11.00 acara ditutup dengan musofahah diiringi lantunan sholawat merdu dan syahdu yang membuat hati tidak ragu untuk tetap setia menjadi guru.

(Veri Mulya Budi)

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari