oleh

Indikator Eksistensi KKG

KKG merupakan wadah guru-guru untuk saling komunikasi, konsultasi dan bekerja sama dalam satu gugus bina sekolah dasar. KKG menjadi sangat penting manakala dapat dikelola dan berfungsi dengan baik. Menurut Dr. H. Dadang Yudhistira, Drs., S.H., M.Pd., dalam sebuah kesempatan workshop, KKG harus menjadi pusat seluruh kegiatan guru sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi dan kreatifitas. Sejalan dengan itu, pengelolaan KKG dimasa sekarang dan masa depan diharapkan lebih profesional, mandiri, dan bermanfaat. Pengurus yang solid dan visioner serta anggota yang aktif akan menjadi ujung tombak kemajuan dan keberhasilan KKG itu sendiri. evaluasi diri dan analisis Raport PKB guru sebagai bekal melakukan rencana kegiatan.

Menurut penulis, ada tiga indikator untuk melihat eksistensi sebuah KKG. Pertama, KKG harus berdata. Artinya KKG harus mempunyai sekretariat yang representatif, kelengkapan administrasi  organisasi KKG secara manual dan daring (online), mempunyai data base Anggota KKG yang lengkap dan  terpadu baik manual maupun online, mempunyai alamat jaringan KKG di media sosial. Sebagai imbas dari revolusi indsutri 4.0 atau era digital, penggunaan media sosial sangat penting dalam upaya eksistensi KKG. Dengan mempunyai data online dan jaringan media sosial, KKG akan lebih mampu melihat perkembangan pendidikan diberbagai belahan daerah.

Kedua, KKG harus berdana. Artinya KKG harus mempunyai dana. Bagaimanapun, dana berperan penting dalam keberlangsungan KKG. Dana akan sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan kegiata. Kegiatan yang dilaksanakan KKG tertuang dalam program kerja tahunan. Kegiatan yang dilaksanakan di KKG meliputi kegiatan rutin sebagai bagian dari PKB yang berisi 5 paket kegiatan, kegiatan pengembangan, serta kegiatan insidentil. Ketiga kegiatan KKG tersebut tentunya harus dapat terlaksana dengan baik dan meberikan manfaat bagi anggota KKG demi meningkatkan kinerjanya. Dana yang ada dalam KKG dapat diperoleh dari anggota KKG atau swadaya, bantuan APBN, bantuan APBD provinsi, bantuan APBD Kabupaten/Kota, serta sumbangan  lain yang tidak mengikat. Pengelolaan dana KKG sepenuhnya dipegang oleh bendahara dan disimpan rekening bank atas nama KKG. Hal tersebut dimaksudkan supaya pengelolaan keuangan dapat lebih transparan dan akuntabel. Administasi keuangan juga harus dibuat dengan lengkap, baik, sistematis dan sesuai aturan sebagai bahan laporan pertanggungjawab kepada anggota dan pihak berkepentingan.

 Ketiga, KKG harus berdaya. Artinya, KKG dapat melaksanakan kegiatan rutin, kegiatan pengembangan dan kegiatan insidentil. Didalamnya, guru harus mampu menghasilkan karya/produk guru dan produk KKG yang baik, inovatif, kreatifdan kekinian. Semua kegiatan harus terdokumentasikan dengan baik dan melaporkan resume kegiatan di akhir tahun ke Dinas Pendidikan. KKG juga harus melakukan evaluasi diri, minimal satu kali dalam satu tahun untuk melihat kelebihan dan kekurangan program yang dilaksanakan. Jika dirasakan penting, KKG juga dapat melakukan study banding ke KKG lain di dalam dan luar kota. Terakhir, KKG juga harus dapat melakukan konsultasi, komunikasi dan kerjasama dengan di FKKKG Kecamatan maupun FKKKG Kabupaten/Kota, serta bekerjasama dengan berbagai pihak lain. Kesimpulannya KKG harus berdata, berdana, dan berdaya sebagai indikator eksistensi KKG.

Komentari

News Feed