Connect with us

KOLOM

Katakan Tidak Untuk Panggilan Kasar pada Sesama 

|

Namaku Teti Suharyati, SAg, angkatan 1996 Di Bandung desa Giri mekar Kec Cilengkrang.. Suka duka banyak sekali, karna Sekolah Dasar yang saya datangi begitu jauh dari keramaian kota, menempuh perjalanan 4 km dari jalan raya dengan berkendaraan ojeg… 

Namanya SDN Legokhayam. Namanya juga aneh bakan jalan nya juga terjal dan naik terus tidak ada yang lurus atau pun datar… 

Kebayang daerah terpencil. Tapi aku merasa bangga dan bahagia karena saya alhamdulillah sudah jadi PNS, selama 9 th, tapi banyak hal yang saya ambil hikmahnya karna di sana masih islam ortodok, misalnya tempat ibadah masih dari bambu dan banyak yang masih nyuguh malam jum’at/selasa keliwon… Hehe biasa surutu, bubur berem bubur bodas… 

Wah… aneh banget… Kalau diceritakan ga bakalan tamat sebulan. Aku berama suami ku merintis mazlis talim di 5 DKM.. Selama 3 th baru ada yang mengisi, dg perjuangan yang begitu sulit, sampai-sampai mempertaruhkan materi.. 

Membangun mesjid bersatu dg lurah, camat, MUI.. Baru terwujud tempat ibadah yang layak pd th 2000.
Pada tahun 2005 saya sendiri pindah ke Kecamatan Cikalong, suamiku masih bekerja di Bandung, dengan gembira sekali…. 

Bekerja dan bekerja sampai sekarang dengan mengharap ridho-Nya. Di tempat saya bekerja kekurangan guru kelas, sedangkan saya sebagai guru bidang, dengan senang hati, saya rela dan ikhlas mengajar kelas 2, itung- itung hiburan bercengkrama dengan anak-anak yang masih natural… 

Karena saya sebagai guru PAI.. Yang harus mendidik dan melatih anak untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kapada Allah SWT.. 

 Pengalaman terindah bagi saya, ketika ada salah seorang siswa diantaranya yang sering mengatakan kata-kata yang kotor dan tidak layak diucapkan “Anjing dsb…terhadap temannya yang lain ..saya kaget. Segera membuat inisiatif dan di terapkan dikelas. Siapa yang berkata kotor di sekolah/menyebut hewan kepada manusia..maka harus bayar denda Rp 1000/1kali. 

“Berjalan selama 4 bln, bulan pertam mendapat Rp 97000, bulan 2 Rp 64000 dan seterusnya, uang ditampung dibendahara kelas, hasilnya d belanjakan oleh siswa untuk membeli alat kebersihan dan digunakan juga untuk membantu jika ada teman sekelasnya yang tidak mempunyai alat tulis bahkan jika ada temannya yang sakit. 

Hasilnya sangat menggembirakan, mereka merasa jera dan tidak mengucapkan kata-kata kotor seperti itu lagi. Allhamdulillah sekarang sudah tidak ada yang memanggil temannya dengan kata kata hewan atau ucapan yang tidak layak diucapkan.
Langkah itu saya rasa termasuk pembelajaran, mudah-mudahan bisa dijadikan contoh dan berguna bagi kita semua, dan bisa dijadikan pembiasaan dalam mendidik dan melatih seorang guru terhadap para siswanya… Aamiin.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari