Kuliah Umum Bersama Guspur, Ahli Fisika Pendiri Trensains

Hari ini Sabtu sore, 5 Januari 2019, di Aula Pesantren Muhammadiyah Amanah Kota Tasikmalaya, diselenggarakan Kuliah Umum dengan menghadirkan seorang Ahli Fisika lulusan ITB dan Universitas Hirosima Jepang plus pendiri TRENSAINS (Pesantren Sains), Bapak Agus Purwanto D.Sc. (Doktor Sains) atau biasa dipanggil Guspur. Beliau membahas tafsir ayat-ayat semesta seperti yang ada dalam kedua buku karangannya AYAT-AYAT SEMESTA DAN NALAR AYAT-AYAT SEMESTA.

Beliau mengawali dengan penyajian fakta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di negara Amerika dan Jepang. Lalu melihat kondisi IPTEK di negara-negara mayoritas Islam yang sangat jauh tertinggal. Ketertinggalan ini bukan tanpa sebab. Negara negara mayoritas Islam lebih cenderung banyak membicarakan fiqih dan tasawuf dibandingkan dengan mengkaji sains berbasiskan Al Qur’an. Maka jangan heran jika perkembangan sains dan teknologi sangat lambat. Masyarakat lebih cenderung sebagai konsumen atau user daripada produsen.

Sebagai contoh, di Jepang lebih banyak warga yang memakai sepeda dibandingkan kendaraan mobil atau motor. Mobil dan motornya diekspor ke negara Indonesia. Jepang sebagai penghasil atau produsen kendaraan telah sukses ‘menjajah’ bangsa kita bukan hanya tiga setengah tahun tapi terus berlangsung sampai sekarang. Buktinya saat ini jutaan masyarakat kita memakai produk Jepang dan sering tergantung pada kendaraan buatan Jepang.

Guspur berfoto bersama panitia dan pimpinan PDM serta Ortom
Guspur berfoto bersama peserta ikhwan

Kini saatnya umat Islam bangkit dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memulai dari kajian ayat-ayat sains dalam al Quran. Al Quran kaya akan ayat ayat yang berkaitan dengan alam dan perilakunya. Ada 800 ayat tentang alam dan perilakunya serta 160 ayat hukum fiqh. Tapi mengapa ulama kita lebih sering membahas 160 ayat fiqh daripada yang 800 ayat tentang alam?. Inilah salah satu penyebab kemunduran sains di negara kita.

Dalam Al Quran dijumpai ayat ayat yang mendorong manusia untuk berpikir dan mengadakan riset atau penelitian. Lafadz Ya’qilun, ta’qilun, tatafakkarun, yatafakkarun, merupakan empat contoh lapadz yg memotivasi manusia untuk mendayagunakan pikiran dan mengadakan penelitian. Contoh di Al Quran disinggung tentang semut, lebah, serangga, nyamuk, besi, bintang, bulan, bumi, matahari, makanan. Ayat ayat tersebut idealnya menggerakan manusia untuk meneliti secara mendalam mengapa justru semut yang diangkat dalam Quran, lalu lebah dengan madunya yang berhasiat tinggi, besi yg darinya terbentuk berbagai produk, nyamuk yg efeknya luar biasa jika menggigit manusia, bumi matahari bulan bintang darinya terbentuk ilmu astronomi, geografi. Manusia disuruh untuk memperhatikan makanannya. Jangan sampai makanan yang dimakan bersumber dari yang haram, kita dilarang memakannya dengan melampaui batas. Perlakukan makanan sewajarnya.

Saatnya umat Islam bangkit dari kebodohan intelektual (dan moral). Ahli-ahli sains jaman dulu sebenarnya adalah para ilmuwan Muslim. Hal itu mendorong generasi sekarang untuk lebih mengembangkan diri dalam penguasaan sains yang berbasis Al Quran dan Sunnah.

Dalam kuliah umumnya, beliau membicarakan juga tentang gempa. Gempa itu tidak bisa diprediksi datangnya. Banyak kasus bencana justru diundang oleh manusia. Kebiasaan manusia yang bermaksiat merupakan ‘undangan’ datangnya bencana. Bencana yang menimpa manusia terkadang ‘menyapu’ bersih orang orang yang sedang melupakan Allah dan menyelamatkan orang orang yang berdzikir pada-Nya. Bukti gempa lombok, palu, tsunami selat sunda adalah contoh nyata betapa kekuasaan Allah Swt dapat menjadi pelajaran bagi manusia.

Gempa itu ibarat kentut. Jika kita menahannya pasti tidak akan enak. Partikel partikel makanan dan minuman yang kita makan menyebabkan adanya kentut. Harus dikeluarkan. Begitulah gempa. Di dalam perut bumi itu terdapat partikel partikel bumi yang tidak bisa ditahan tetapi ia keluar dengan sendirinya. Proses keluar itulah yang dinamakan gempa. Kentut ‘membahayakan’ orang, begitupun gempa. Banyak orang yang tewas dan terluka karena gempa, bangunan runtuh atau roboh karenanya.

Di saat pemberian materi, Guspur tidak jarang menyisipkan joke joke atau humor humor segar, seperti:

  1. Orang lain sudah mendarat di bulan, kita masih berkutat kapan datangnya awal bulan.
  2. Islam itu berkemajuan. Tidak boleh justru perut kita yang berkemajuan. Yang tadinya perut ideal langsing, tapi karena kita banyak makan justru perut semakin maju ke depan alias menjadi gendut.
  3. Orang lain sudah mampu membuat mobil, namun kita hanya mampu membuat mobil mobilan.
  4. Orang Jepang sudah mampu membuat rumah dari bahan kertas yang jika terjadi gempa dan rumah itu roboh maka tidak akan membahayakan. Bila rumah roboh, penghuninya tetap selamat. Mereka aneh pada bangsa kita yang tinggal di radius rawan gempa tapi membangun rumah dari bahan yang berat, ada tembok, genting, dan lain lain. Otomatis bila ada gempa dan rumah itu runtuh maka akan banyak korban yang tewas dan terluka.

Kuliah umum yang dihadiri oleh para pimpinan PDM, PCM, PRM, Pimpinan dan pengasuh Ponpes Amanah, santri Amanah, dan sejumlah pimpinan ortom, berlangsung sampai menjelang adzan magrib dan diakhiri foto bersama narasumber Guspur.

Komentari