Connect with us

KOLOM

Lebih Pintar dengan KIP

|

Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu agenda yang pertama Bapa Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia dalam kedatangannya ke Tasikmalaya dan sekitarnya. Menurut laman Kemendikbud.go.id, KIP ini menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA. Selain diperuntukkan anak dari keluarga kurang mampu, KIP juga diprioritaskan untuk anak usia sekolah dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Keluarga Peserta Program Keluarga Harapan (PKH), anak yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial anak yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan.

Kartu Indonesia Pintar ini merupakan salah satu Program Nasional  Inonesia pintar. Tujuan KIP dalam  RJPMN 2015-2019 menyatakan bahwa seluruh anak usia sekolah (6-12 tahun) dari keluarga KKS akan dijamin dan dipastikan oleh pemerintah untuk terus mendapat bantuan antar jenjang pendidikan sampai tingkat SMA/SMK/MA.  Hal ini bertujuan salah satunya untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah sehingga angka putus sekolah akan turun. Selain itu penambahan penerima KIP tiap tahun menurut Mendikbud, Muhajir Effendi, sebagai langkah nyata untuk mengurangi kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama penduduk kaya dan miskin, antara penduduk laki-laki dan perempuan serta antara wilayah perkotaan dan perdesaan antar daerah. Pemberian KIP juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa pendidikan untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan  ke jenjang pendidikan tinggi.

Penyaluran KIP ini seperti yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Kota Tasikmalaya tepatnya hari Juma’at tanggal 4 Juni 2017 kepada 1500 pelajar yang terdiri dari 575 pelajar SD, 238 pelajar SMP, 133 pelajar SMA, 340 pelajar SMK serta 40 pelajar dari Paket A, 61 pelajar dari Paket B serta 113 pelajar dari Paket C. Hal menarik yang terjadi dalam kunjungan Presiden Republik Indonesia ini adalah seorang pelajar kelas 2 SD dari SD Sukamulya Kecamatan Bungursari yang bernama Feri Agustin. Feri merupakan salah satu anak yatim dari keluarga PKH yang berhak menerima KIP dari 7 orang siswa lainnya dari SD Sukamulya.

Aksi dari jawaban Feri terhadap tantangan Jokowi dengan hadiah sepeda ini menimbulkan decak kagum hadirin semua yang hadir termasuk Jokowi sendiri. Meski awalnya tidak ditunjuk, Feri dengan berani maju ke depan untuk menjawab tantangan atau pertanyaan dari Jokowi. Saat itu Feri sendiri yang meminta untuk diberi kesempatan menyebutkan nama ibu kota Provinsi di Indonesia. Jawaban Feri cukup memuaskan secara dia baru duduk di kelas 2. Dengan lantang Feri bisa menyebutkan 9 nama Ibu kota Provinsi mewakili yang berada di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua. Dengan begitu Feri berhak atas sepeda hadiah dari Jokowi. Menurut Feri sepeda itu akan dia berikan untuk kakak sulungnya. Ternyata selain cerdas, Feri juga anak yang sayang sama keluarganya serta rajin berlatih taekwondo. Hal menarik lainnya menurut Ibu Noneng Rosnati selaku Kepala Sekola SD Sukamulya, Feri juga salah satu siswa yang gemar membaca. Didampingi oleh Kepala Sekolah, Guru pembimbing dan pelajar lainnya dari SD Sukamulya Feri terlihat senang memboyong sepeda Hadiah dari Presiden Jokowi. Sesuai pesan Jokowi, bantuan KIP serta sepeda ini jangan dihabiskan untuk hal-hal tidak penting atau di luar dana pendidikan seperti belanja atau pergi ke warnet main game, kalau tidak mau diambil lagi tentunya,,canda khas Jokowi atas kekagumannya pada sosok bocah ini.

Feri Agustin Pelajar kelas 2 SD Sukamulya yang berhak atas KIP sekaligus hadiah sepeda dari Presiden Jokowi

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari