Terhubung dengan KAPOL

KIPRAH

Mendikbud Baru, Harapan Baru

|

Nadiem Anwar Makarim, B.A., M. B. A.,  itulah nama Mendikbud Indonesia yang baru. Beliau dilantik menjadi menteri pada Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024 pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 bersama menteri yang lain.

Lelaki kelahiran Singapura ini, menggantikan posisi Prof. Dr. H. Muhadjir Effendi, M.A.P., yang sekarang bergeser mengisi posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Penetapan Mendikbud pada Kabinet Indonesia oleh Presiden Jokowi menjadi ”kejutan” dan di luar perkiraan banyak pihak. Seperti menjadi tradisi, posisi Mendikbud selalu diisi oleh seorang akademisi yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan.

 Sedangkan background beliau bukan berasal dari akademisi. Beliau merupakan murni pebisnis  yang sedang menanjak dengan Gojeknya, perusahaan rintisan yang sekarang naik level menjadi decacorn serta telah melebarkan sayap bisnisnya ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Usia yang terbilang sangat muda ketika menduduki posisi Mendikbud, merupakan milenial satu-satunya dalam Kabinet Indonesi Maju. Kemampuan dalam membaca situasi kebutuhan masa depan, membuat terobosan dan loncatan yang jelas, berinovasi, pengembangan pemanfaatan perkembangan teknologi  serta kemampuan manajerial mampu menarik perhatian presiden.

Beliau mampu menyesuaikan diri untuk hidup di era digital era revolusi industri 4.0 yang penuh keterbukaan, tantangan, dan persaingan. Berdasarkan itulah, Presiden menggunakan hak prerogratif untuk menjadikannya menjadi Mendikbud yang baru.

Sebagai warga pendidikan, ”kejutan” Mendikbud ini tentunya harus disambut dengan  harapan yang besar. Hal baik yang telah dilakukan di dunia bisnisnya diharapkan dapat ditularkan di dunia pendidikan melalui rumah besar Kemendikbud. Banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Nakhoda baru ini.

Mutu pendidikan yang masih tertinggal oleh negara lain bahkan dari negara tetangga harus segera ditingkatkan jika ingin menjadi negara maju. Apalagi bonus demografi yang melimpah harus diolah dengan baik melalui pendidikan yang bermutu. Melalui pendidikan yang bermutu, tentunya kemampuan SDM akan dapat meningkat.

Banyak permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh Mendikbud, diantaranya sistem birokrasi yang berbelit, administrasi pendidikan di sekolah yang membingungkan dan kurang efektif, sarana dan prasarana yang masih timpang dan tidak lengkap,  distribusi guru dan kekurangan guru akibat pensiun massal, kualitas guru, permasalahan guru honorer belum kunjung selesai, kurikulum pendidikan, zonasi sekolah, sistem karier guru (kesejahteraan, penghargaan, perlindungan) guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu terus diperkuat. Selain dari itu, menunggu terobosan-terobosan berpihak kepada warga pendidikan.

Kesimpulannya, sebagai warga pendidikan dan masyarakat tentunya harus mempunyai optimis, semangat, berpikiran positif, ikut melaksanakan program dan kegiatan yang tepat, mengkritisi kebijakan yang salah, dan tentunya mendo’akan Mendikbud agar tetap sehat dan memberikan pelayanan pendidikan bagi seluruh warga negara demi mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas. Sehingga diharapkan negara Indonesia  dapat menjadi negara yang bermartabat, unggul dan maju. Semoga!

Advertisement

Komentari