Connect with us

KOLOM

Menuju Generasi Santun Berbahasa

|

Seorang Muslim adalah orang menyelamatkan kaum muslim lainnya dari lisan dan tangannya, orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan hal-hal yang terlarang untuk dilakukannya dan seorang mukmin adalah orang yang memberikan keamanan bagi orang lain atas darah dan harta mereka.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Telah kita ketahui bahwa Manusia adalah mahkluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk mencukupi kebutuhannya. Dan tentunya Kebutuhan ini mendorong adanya proses komunikasi antar sesama dalam menjalin hubungan dengan yang lainnya. Sehingga manusia membutuhkan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Pun demikian dilihat dari sisi lain, manusia mempunyai perasaan (hati) yang dapat merasakan senang, marah, sakit dan sebagainya. Supaya proses komunikasi dapat berlangsung dengan lancar, maka setidaknya manusia perlu berbahasa dengan santun dalam berkomunikasi.

Namun realita yang terjadi, dalam kehidupan nyata sehari kita mulai melihat terjadinya degradasi dalam berbahasa, hampir tiap hari kita disuguhi oleh bahasa bahasa yang tidak santun, dari mulai orang dewasa hingga anak kecil sekalipun, dari mulai desa hingga kota mulai berkurang bahasa bahasa santun dalam berkomunikasi, dan tentunya ini harus menjadi perhatian kita sebagai orang dewasa sekaligus pendidik, dan posisi kita tidak hanya sebagai Penyampai Ilmu Pengetahuan ( transfer of knowledge ) tapi orang dewasa / guru harus bisa memberikan teladan yang baik untuk semua orang.

Apa  Pentingnya Santun Berbahasa ?

Ada beberapa alasan seseorang harus membiasakan dirinya santun berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan kepada orang lain, antara lain:

  1. Penghormatan kepada orang lain

Dengan menggunakan bahasa yang santun, berarti seseorang telah menunjukkan sikap penghargaannya kepada orang lain serta memperlakukan manusia sebagaimana seharusnya manusia.

  • Harmonis

Kehidupan yang harmonis antarindividu dalam masyarakat akan sulit tercapai jika anggota-anggota masyarakat tersebut tidak memiliki etika dan sopan santun berbahasa. Kasus-kasus perkelahian antarindividu (one by one), antarkelompok, atau bahkan antarkampung sering terjadi karena ketidaksantunan dalam berbahasa. Saling ejek, saling melontarkan kata-kata kasar, menghina, dan merendahkan lawan bicara dapat memancing emosi yang berujung pada perkelahian.Jangankan kata-kata yang yang memang kasar dan bermuatan penghinaan, kata-kata yang awalnya dimaksudkan untuk bercanda saja pun dapat mengundang datangnya pertengkaran jika disampaikan pada orang dan saat yang tidak tepat.

  • Saling pengertian

Santun berbahasa juga dapat menghindarkan terjadinya kesalahpahaman antara orang-orang yang melakukan kegiatan komunikasi tersebut.

Dewasa ini jika melihat temuan berbahasa di kalangan siswa, masih banyak siswa yang berkomunikasi dengan bahasa kasar, baik itu dengan teman maupun guru. Hal ini sungguh ironis mengingat tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah pembentukan akhlak pada siswa. Dengan kata lain, pendidikan ini belum menemui sasaran utama dan masih menjadi PR bagi kita semua terutama guru dan masyarakat sekitar.

Semoga Kedepan diharapkan adanya pengembangan nilai-nilai kesantunan berbahasa sebagai kajian utama kita semua dalam menuju generasi yang santun berbahasa.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari