Connect with us

KANAL

OBYEK WISATA SITU GEDE KOTA TASIKMALAYA (Kaleidoskop 2018)

|

Mengelilingi situ Gede dengan Perahu

Ahad, 1 Juli 2018, setelah pagi sampai siang hari meliput Kawah Gunung Galunggung, Siang menjelang sore Kami melanjutkan perjalanan wisata bersama keluarga Bintang Solecha ke Situ Gede Jl. Situ Gede Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Dalam bahasa Sunda, Situ berarti danau, sedangkan Gede memiliki makna besar atau luas, jadi memang pada kenyataannya, Situ Gede ini mempunyai wilayah yang amat luas, yaitu sekitar 47 hektar dan kedalaman hingga 6 meter.

Ada banyak sudut yang bisa pengunjung nikmati ketika berada di Situ Gede. Ada beberapa fasilitas yang bisa dijadikan tempat untuk bersantai seperti Gazebo, tempat makan ikan khas Situ Gede yang nikmat dan lezat, taman, penyewaan perahu mengelilingi areal Situ, sarana bermain anak anak, jogging track, mushola, dan areal parkir yang cukup luas.

Gazebo berada di atas air yang dilengkapi dengan meja dan kursi sebagai tempat bersantai. Anda bisa memejamkan mata sejenak sembari merasakan kesunyian dan ketenangan obyek wisata ini. Bersantai seperti ini hanya dapat Anda lakukan ketika hari biasa, sebab disaat musim liburan, cukup banyak pengunjung yang berekreasi di tempat ini.

Selain bersantai, Anda juga dapat menikmati menu makanan yang disediakan oleh warung-warung makan yang berjualan di sekitar lokasi. Tentu saja dengan menu istimewa karena menu utama yang disediakan adalah olahan ikan.

Ada gazebo yang letaknya agak menjorok ke tengah danau, sehingga Anda seolah-olah berada di atas kapal. Anda bisa mengabadikan kenangan Anda berkunjung ke tempat ini melalui jepretan foto maupun video, bahkan ada yang memanfaatkan tempat tersebut sebagai latar foto untuk pasangan yang akan menikah atau prewedding.

Meskipun masih mengusung konsep alami, namun taman ini sangat nyaman ditempati. Ada tempat-tempat duduk di bawah pohon yang dibuat sedemikian rupa, sehingga pas dijadikan tempat untuk berfoto. Tempat ini benar-benar masih alami. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan kesejukan udara ketika berada di area wisata.

Daya tarik lain Situ Gede adalah adanya pulau kecil seluas 1 hektar yang berada di tengah danau. Di dalam pulau tersebut, terdapat 3 buah makam yang konon menjadi asal mula Situ Gede Tasikmalaya. Tempat tersebut adalah tempat dimakamkannya Eyang Prabudilaya beserta satu pengikutnya yakni Jayakerta serta satu makam lagi adalah istri Jayakerta yang konon pandai bernyanyi atau dalam istilah Jawa sering disebut nyinden.

Anda tidak akan menemui kesultan ketika akan berwisata ke situ ini. Sekitar 15 sampai 20 menit perjalanan dari pusat Kota Tasikmalaya. Anda dapat mengendarai kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, dan dapat juga menaiki transportasi umum yang tersedia.

SEJARAH SITU GEDE
Seperti yang sudah sedikit diulas pada paragraf sebelumnya bahwa keberadaan Situ Gede ini erat kaitannya dengan makam yang berada di pulau kecil di tengah danau. Ada cerita yang melegenda di kalangan masyarakat. Eyang Prabudilaya dipercaya sebagai seorang tokoh Islam pada zaman dahulu. Tokoh keturunan wali ini gemar melakukan ritual dengan pergi ke tempat yang jauh dalam waktu yang cukup lama. Semasa hidup, Eyang ini mempunyai dua orang istri. Istri pertama bernama Sekar Karembong dan istri kedua bernama Sembahdalem.

Ketika Eyang Prabudilaya melakukan ritual matigeni, kedua istri merasa kebingungan sebab sang suami tak kunjung pulang. Mereka berdua akhirnya sepakat untuk mencari bersama-sama dimana Eyang berada. Ketika sang suami ditemukan, mereka membawa sang suami ke sebuah tempat dan kemudian dibunuh dengan tangan mereka sendiri. Keluarlah darah merah dengan deras dari tubuh sang suami. Mengetahui pemimpinnya dibunuh, pengikutnya dengan setia membawa jenazah Eyang Prabudilaya untuk dimakamkan. Namun, bukan di tempat tersebut, melainkan jauh di tanah seberang dengan perjalanan berhari-hari berjalan kaki. Pengikutnya tersebut membawa jenazah dengan menggunakan bambu yang diikat dengan kain sarung. Perjalanan yang ditempuh dengan melewati banyak daerah, rupanya meninggalkan nama bagi wilayah tersebut. Hingga akhirnya, sampailah mereka di sebuah pulau dan memakamkan Eyang Prabudilaya. Tidak diketahui secara pasti, apa alasan kedua pengikutnya menyemayamkan Eyang di pulau Situ Gede. Hingga kini, misteri Situ Gede Tasikmalaya Jawa Barat tersebut belum terpecahkan.

Catatan:
Tulisan di atas diolah dari wawancara dengan salah seorang pengemudi perahu dan wikipedia.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari