Connect with us

KANAL

Penyerahan Piagam dan Medali GLS-WJLRC serta Trophi Kejuaraan Sekolah Model Kota Tasikmalaya

|

 

TASIKMALAYA. Rabu (27/12/2017) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya melakukan apel pagi di halaman Upacara Komplek Perkantoran. Apel tersebut  disaksikan oleh Wakil Walikota Tasikmalaya yang  juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya serta  Kepala Sekolah , Guru dan peserta didik yang akan menerima piagam dan medali Gerakan Literasi Sekolah West Java Leader’s Challenge.  Tantangan membaca ini datang dari pemimpin yang ada dari Jawa Barat, baik pada birokrasi atau organisasi pemerintah maupun non pemerintah. Tantangan ini merupakan kegiatan yang menjadi proritas dalam kerjasama kemitraan antara Pemerintah Daerah Jawa Barat dengan  Negara Bagian Australia Selatan . Pelaksanaan GLS-WJLRC di sekolah dikuti oleh siswa SD dan SMP  se-Jawa Barat yang berjumlah lebih dari 36.000 siswa dari 1.700 sekolah. Kegiata ini dalam rangka mendukung Gerakan Literasi Nasional  sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dengan pembiasaan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai di seluruh jenjang sekolah.

Dalam mendukung GLS-WJLRC, pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Pembina GLS Bapak DR. H Dadang Yudhistira M.Pd dan 8 Orang penggerak telah menunjuk dan membina sejumlah sekolah SD dan SMP di Kota Tasikmalaya. GLS-WJLRC ini merupakan bukti komitmen Pemerintah provinsi Jawa Barat untuk terus membumikan semangat literasi menyogsong tahun emas Indonesia dengan membangun generasi tangguh yaitu generasi emas Indonesia. Penghargaan ini hasil dari kesungguhan dan  ketekunan peserta yang mengikuti tantangan minimal membaca 24 buku selama 10 bulan tanpa putus. Hanya peserta yang tangguh dan memiliki tekad kuatlah  yang mampu menyelesaikan tantangan ini dengan istiqomah.

Pemberian penghargaan dan Medali tersebut sebagai bentuk reward dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada sejumlah guru dan peserta didik yang lolos tantangan membaca minimal 10 buku untuk guru dan 24 buku untuk peserta didik selama 10 bulan yang harus mereka review dan upload ke web literasi.jabarprov.go.id. Adapaun tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca yang mulai menurun di negara kita.

Piagam dan Medali diberikan kepada 17 orang guru Perintis SD-SMP yang lolos tantangan membaca, 3 siswa peraih medali dari pemerintah Australia, 58 siswa yang lolos tantangan minimal 24 buku dan mengikut Jambore Literasi serta 82 peserta lolos tantangan namun tidak mengikuti Jambore. Acara juga diisi dengan pemberian trophi Kejuaraan Penataan Ekspose Sekolah Model  SPMI Tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2017. SDN Perumnas Cisalak yang meraih nilai tertinggi berhasil menjadi juara ke- 1, juara ke-2 oleh SDN Sindangrasa dan SMPN 13 berhasil  menjadi juara ke-3.

Penyerahan medali dan piagam diserahkan oleh wakil Walikota Tasikmalaya Bapak H. Muhammad Yusup didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Bapak Drs. H. Achdiat Siswandi, M.P. Bapak H. Yusup berpesan supaya moment seperti pemberian penghargaan tersebut bisa dilaksanakan di tempat-tempat yang bisa disaksikan oleh pegawai pemerintah setempat untuk memotivasi yang lain. Selaras dengan Wakil Walikota, Bapak Kadis mengharapkan bahwa selain mendukung Gerakan Literasi sekolah, masyarakat juga melalui sekolah bisa mendukung Program Pemerintah lainnya seperti Gerakan Maghrib Mengaji.

Yeyen Marhaenia, S.Pd Selaku Kepala Sekolah dan salah satu penggerak GLS Kota Tasikmalaya ini berharap semoga pemberian piagam penghargaan dan medali bagi siswa, guru serta kepala sekolah  peserta GLS-WJLRC dan SPMI dapat  menjadi motivasi bagi seluruh warga pendidikan Kota Tasikmalaya dan berdampak pada pembudayaan literasi sehingga terwujud Kota Tasik yang literat, beradab dan berbudaya dengan warganya yang berkarakter dan punya etos kerja tinggi.

Kegiatan literasi perlu dikembangkan dengan semangat pembiasaan dan pemberdayaan sehingga mampu menumbuhkan berbagai kalangan masyarakat yang membudayakan kebiasaan membaca yang menyenangkan dan bukan sekedar ceremonial semata. Literasi bukan diperuntukkan kepada kalangan terdidik yang hanya diterapkan dalam lingkungan mereka saja namun literasi harus tertanam dalam setiap warga negara.

 

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari