oleh

Program Menulis Buku Antologi (NUBUGI) SMP Negeri 1 Sariwangi

Oleh
RINI MARINI, S.Pd., M.Pd.
 

  1. FACTS (PERISTIWA)
    • Latar Belakang Situasi

 Membaca memiliki peran yang sangat vital dalam menyumbang generasi-generasi emas pembawa kemajuan, tentu kita sepakat bahwa membaca akan meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan. Membaca merupakan  suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Henry Guntur Tarigan, 2008: 7). Dengan demikian orang yang gemar membaca akan selaras dengan kemampuannya melahirkan sebuah karya tulis.

Membaca dan menulis merupakan bagian dari literasi. Ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015 yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang menumbuhkan budi pekerti.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah suatu kegiatan yang bersifat patisifatif dengan melibatkan warga sekolah. GLS merupakan budaya positif yang dikembangkan di SMPN 1 Sariwangi. Program unggulan di sekolah kami adalah NUBUGI (Menulis Buku Antologi), peserta didik dan guru membuat sebuah karya tulis dalam genre puisi dan cerpen secara kolaboratif dalam bentuk buku bersama (antologi).

 

Pada Modul 3.3. dalam pendidikan guru penggerak ini mengupas tentang pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid. Ada dua  hal menarik yang dijelaskan dalam modul ini, diantaranya adalah tentang MELR : Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (monitoring, evaluasi, pembelajaran, dan pelaporan) dan Manajemen risiko. Kedua materi tersebut dapat dijadikan sebagai tools untuk mengelola suatu pogram sekolah yang berdampak pada murid yaitu NUBUGI.

MONITORING

Kegiatan Ini dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Guru kepada peserta didik. Apakah program NUBUGI  berjalan dengan baik atau tidak.

EVALUATION

  • Sejauh mana program NUBUGI membawa pengaruh terhadap kebiasaan, cara berfikir dalam menghadapi masalah
  • Bagaimana program NUBUGI mempengaruhi cara belajar murid dan dampaknya terhadap kegiatan pembelajaran di kelas
  • Apa saja hambatan yang dihadapi
  • Evaluasi melibatkan guru, kepala sekolah, dan orang tua.

LEARNING

Pembelajaran yang diambil dari program NUBUGI ini menjadi landasan untuk Menyusun rencana tindak lanjut (RTL) untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai salah satu budaya positif di sekolah.

REPORTING

  • Guru Membuat laporan dalam bentuk foto/video kepada kepala sekolah, pengawas, dan orang tua peserta didik.
  • Guru dan orang tua menganalisa laporan untuk menindaklanjuti program NUBUGI

MELR yang efektif adalah komponen kunci untuk menghasilkan perubahan yang berkesinambungan dan untuk mengembangkan perencanaan program NUBUGI  berhasil dengan optimal dan maksimal.

Dalam menumbuhkembangkan program NUBUGI, kita harus menerapkan Manajemen risiko yang harus dilakukan karena tidak dapat dipisahkan dari sistem manajemen sekolah.harus dilakukan. Labombang (2011: 39) berpendapat bahwa walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap mengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana. [bersambung]

Komentar

News Feed