Connect with us

KIPRAH

Reuni Alumni SMPN Kadipaten, Ketua Penyelenggara Meninggal Saat Kegiatan Berlangsung

|

MAJALENGKA. Jauh hari sejak bulan Ramadan tiba Hedi Hardadi telah giat menyebar undangan untuk kegiatan Reuni alumni SMP Negeri Kadipaten angkatan tahun 1980. Lebaran adalah waktu yang sangat tepat untuk bersilaturahmi mengakrabkan kembali sahabat pada masa sekolah. Kegiatan reuni yang diagendakan Rabu (28/6/2017) dipercepat menjadi Selasa (27/17).

Siapa sangka hari ini ternyata menjadi hari terakhir Hedi menghirup nafas. Moment reuni menjadi moment perpisahan yang sangat mengharukan. Ratusan orang yang hadir di Rumah Makan Ampera Majalengka menjadi saksi meninggalnya Hedi.

Pada pukul 10.30, sebagai ketua penyelenggara, Hedi membuka kegiatan reunian. Kemudian dilanjutkan dengan saling memperkenalkan diri yang diawali oleh kaum laki-laki. Sehubungan dengan waktu yang semakin siang Hedi-pun menghentikan acara perkenalan hanya sampai laki-laki saja. Untuk perempuan cukup di meja masing-masing dengan menyebutkan nama. Acara dilanjut dengan makan-makan dan berfoto. Saat inilah waktu yang sangat penting. Semua peserta dapat ngobrol dan ber-selfie dengan bebas. Ketawa dan senda gurau dengan lepas. mengingat dan mengenang kembali masa-masa sekolah. Mengenal dan berbagi kisah kehidupan masing-masing. Suasana pun terasa hangat, akrab, dan erat dengan nuansa kekeluargaan.

Tiba-tiba, Hedi yang sedang asik berbincang merasa sakit dada. Tubuhnya lemas. Nafasnya sesak. Empat orang yang kebetulan sedang bersama Hedi membawanya ke ruangan atas agar lebih tenang. Tedi yang seorang dokter memeriksa Hedi. Rupanya Hedi terkena serangan Jantung. Hedi-pun segera dinaikan ke atas mobil hendak dibawa ke Rumah sakit Majalengka. Suasana berubah, riuh. Ratusan mata penuh cemas menatap tajam ke arah Hedi. Prety, sang istri dengan setia mendampinginya. Hedi meninggal dalam perjalanan ke Rumah sakit Majalengka pukul 11.49 WIB.

Seluruh peserta reuni berbondong-bondong menyaksikan pemakaman Hedi. Euis Nuraeni dan peserta reuni lainnya masih tidak menyangka kalau Hedi ketua penyelenggara reuni meninggal. “Asa kumaha reuni teh, Hedi nu pang aktifna” ungkap Euis. “geus jalanna kudu disaksian ku alumni sa-SMP” tambahnya. Semoga saja semua kebaikan almarhum diterima Allah Swt. Amiin.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari