oleh

Dina Tetelar Kawaas

 

Judul Buku : Dina Tetelar Kawaas
Penulis : Nanang Sos
Penerbit : CV.Rima Karya
Tebal Buku : 157 halaman
Tahun Terbit : 2018

Alasan Memilih Buku:
Saya memilih buku ini karena dari judulnya saja Dina Tetelar Kawaas sudah menggunakan diksi Bahasa sunda yang sangat bagus, membuat rasa penasaran untuk membacanya.

Isi:
Buku ini merupakan kumpulan carpon (carita pondok), yakni cerpen berbahasa sunda. Carpon yang ada dalam buku ini sebanyak 21 judul yang semuanya bagus, tertata rapi dan mencerminkan budaya lokal. Dina tetelar Kawaas merupakan judul cerpen yang pertama.

Dikisahkan Rangga teringat lagi Mamay Ketika bertemu dengan kawan-kawannya di sebuah undangan pernikahan. Rangga dan Mamay menjalin hubungan cinta di bangku kuliah. Keadaan Mamay yang miskin menyebabkan Mamay terpaksa harus keluar dari kuliahnya.

Tapi hal itu tidak terjadi, berkat Rangga kekasihnya yang mengumpulkan uang, berusaha keras agar dapat membiayai kuliah Mamay hingga lulus. Usaha Rangga tidak sia-sia. Mamay pun berhasilmenjadi Sarjana. Rangga mencarikan pekerjaan untuk Mamay di kantor milik temannya Rangga.

Dua tahun kemudian Rangga menemui orang tua Mamay tanpa memberitahukan terlebih dahulu untuk melamar Mamay menjadi isterinya. Namun apa yang terjadi? Alangkah kecewanya Rangga karena orang tuanya Mamay mengatakan bahwa putrinya telah dilamar oleh Kepala Seksi di kantor tempat kerjanya Mamay. Rangga memastikan kabar tersebut pada Mamay di sebuah tempat pertemuan mereka. Mamay secara blak-blakan mengakuinya dan mengembalikan uang yang pernah diberikan Rangga.

Rangga yang kini telah sama-sama berumah tangga datang menengok Mamay di Rumah Sakit. Mereka menangis, saling meminta maaf satu sama lain. Mamay memberitahukan pula tentang suaminya yang menikah lagi, dan ia serta anak-anaknya ditinggalkannya. Sebulan setelah itu Mamay keluar dari rumah sakit, tetapi ia sering melakukan hal-hal aneh, seperti senyum-senyum sendiri sambal memanggil-manggil nama Rangga.

Hikmah:
Dari cerita ini bisa diambil hikmahnya bahwa kita jangan mengkhianati dan menyakiti orang lain. Seperti Mamay yang telah mengkhianati Rangga. Karena setiap perbuatan ada balasannya, seperti Mamay yang juga dikhianati dan disakiti suaminya.

Komentar

News Feed