oleh

Boneka Kayu Atang

Judul Buku : Boneka Kayu Atang
Penulis : Erni Wardhani
Tebal Halaman : 106 halaman
Penerbit : Situseni
Tahun Terbit : 2017

Alasan Memilih Buku:
Saya tertarik untuk membaca buku ini karena disampul buku tertulis keterangan bahwa Boneka Kayu Atang menjadi juara favorit sayembara menulis bahan bacaan anak Balai Bahasa Jawa Barat 2017.

Isi:
Buku ini terdiri dari 5 cerpen anak.Cerpen yang diunggulkan, yaitu Boneka Kayu Atang.
Seperti cerpen lainnya, Boneka Kayu Atang merupakan cerita anak yang tertata apik. Menyajikan budaya lokal yang tak terbantahkan. Hal ini tercermin dari nama tokoh dan nama tempat yang ada dalam cerita.

Menampilkan sosok Atang yang selalu membantu ayahnya berjualan boneka yang berupa wayang golek di waktu luangnya. Ayahnya Atang memiliki bakat seni yang luar biasa sehingga boneka-boneka wayang golek yang dibuatnya bagus-bagus dan selalu laris terjual. Atang mewarisi bakat ayahnya.

Suatu hari boneka kayu yang dibuat oleh Atang dari akar pepohonan dibeli oleh seorang Ibu ketika atang berjualan di kawasan Kebun raya Bogor.

Tak disangka, boneka itu dijadikan hasta karya oleh seorang teman Atang di kelas enam yang bernama Andri. Karena bagus, Ibu guru memuji Andri. Dengan sombong Andri mengaku bahwa itu adalah karyanya. Untung Ibu guru segera dapat mengetahui pembuat boneka yang sebenarnya dari inisial yang tertulis dibagian penampang akar kayu itu, yakni AS ( Atang Sumarna). Akhirnya Andri pun mengakui bahwa itu bukan karyanya. Bu guru Sukanti dan semua teman-teman Atang mengakui kehebatan Atang. Hati anak itu berbinar-binar.

Hikmah:
Dari cerita itu kita mendapatkan pelajaran bahwa karya bisa menjadi identitas kita. Untuk bisa dihargai orang lain, bukan dengan bualan, merendahkan orang lain, dan kesombongan , melainkan tunjukkan dengan karya yang kita hasilkan. Tidak perlu banyak bicara.

Salam literasi.

Komentar

News Feed