Connect with us

KIPRAH

STKT Ukir Prestasi Gemilang

|

TAEKWONDO. Cabor bela diri Taekwondo makin diminati generasi milenial di Kota Tasikmalaya. Anggotanya yang didominasi para pelajar ini berjumlah ribuan. Banyak alasan kenapa Taekwondo menjadi salah satu cabor yang trend di kalangan pelajar. Pertama,  tingkat kriminalitas semakin meningkat sehingga dipandang perlu memiliki ilmu bela diri untuk menghindari kejahatan. Kedua, cabor taekwondo tidak hanya sebagai olahraga dan beladiri, namun juga sebagai kegiatan untuk membangun karakter yang berbudipekerti luhur dan tangguh. Ketiga, para orang tua lebih mendukung putra-putrinya masuk ekskul taekwondo agar terhindar dari pergaulan yang tidak baik. Keempat, untuk meningkatkan prestasi karena cabor taekwondo dianggap sangat menjanjikan karena termasuk cabor perorangan dan banyak event-event kejuaraan baik tingkat Kota, Provinsi, mupun Nasional. Tidak hanya itu Taekwondo juga menjadi salah satu caboryang dipertandingkan dalam O2SN tingkat Kota Tasikmalaya, dimana O2SN adalah agenda tahunan Dinas Pendidikan yang menjadi barometer peningkatan prestasi peserta ekstrakurikuler di sekolah.

Banyaknya anggota Taekwondo, ternyata tidak signifikan dengan kebijakan daerah. Ketika di tingkat Nasional ada DIKLAT Ragunan dan tingkat provinsi ada PPLP Jabar, sementara tingkat Kota Tasikmalaya tidak memiliki DIKLAT PPLPOD (Pusat Pelatihan Pelajar Olahraga Daerah). Oleh karena itulah para Dewan guru Taekwondo Kota Tasikmalaya berinisiatif membuka pusat latihan taekwondo yang diberinama STKT (Sekolah Taekwondo Kota Tasikmalaya).

“Berangkat dari kekecewan, Kota Tasikmalaya yang tidak memiliki DIKLAT PPLPOD (Pusat Pelatihan Pelajar Olahraga Daerah).  Akhirnya kami membuka STKT (Sekolah Taekwondo Kota Tasikmalaya). Alhamdulilah atas dukungan dari Sbn. Selamat Harto yang sekarang jadi ketua Pengcab TI Kota Tasikmalaya, STKT dapat didirikan. MISI STKT adalah membangun generasi melenia di bidang olah raga taekwondo  Kota Tasikmalaya, dan visi-nya adalah kembali meraih kejayaan Taekwondo Kota Tasikmalaya, dimana mampu mencetak atlit besar yang mampu mengukir prestasi tertinggi untuk Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bahkan Indonesia”. Ungkap Sbn. Herry Odoy kepada KABAR SEKOLAH.

Usai Latihan Dojang STKT

Sejak berdirinya tempat latihan STKT enam bulan yang lalu, Dojang STKT dibawah pelatih sekaligus Dewan Guru Taekwondo Kota Tasikmalaya yakni Sabeumnim Agus Rolex mampu mengukir prestasi gemilang. Atlet-atlet binaan SKTK yang berprestasi tersebut diantaranya: Nihat Alun F.A. (Juara 2 cadet putra prestasi U-49 Be One Banten Open Championship 2019 tingkat Nasional, Juara 3 cadet putra prestasi U-49 Krakatau posco cup 2 tingkat Nasional), Kenza Renaya Granitsa (juara 3 cadet putri  prestasi U-44 ITN open 3 tingkat provinsi, juara 3 cadet putri prestasi U-44 Krakatau posco cup 2 tingkat nasional, juara 2 cadet putri prestasi Unsil taekwondo championship Tingkat provinsi Jawa Barat), Arya Shidiq (Juara 1 junior putra prestasi U-73 Be one Banten open championship 2019 tingkat Nasional, Juara 3 junior putra prestasi U-73 Krakatau posco cup 2 tingkat Nasional, Juara 1 junior putra prestasi U-73 Unsil taekwondo championship Tingkat provinsi Jawa Barat), Muhammad Ilham Taufiq Rachman (Juara 2 Junior Prestasi U-51 Krakatau Posco Cup 2, Juara 1 Junior Prestasi U-51 Be One Banten Open 2019 Se-Nasional), dan Alfred Christopher (Juara 2 cadet putra prestasi Krakatau posco cup 2 tingkat Nasional, Juara 2 cadet prestasi U-65 Be one Banten Open Championship 2019 tingkat nasional, juara 2 Krakatau Posco Nasional, Juara 2 cadet prestasi U-65 Garut Open).

Foto bersama pengurus, pelatih, dan atlet STKT

Tidak hanya itu, STKT juga sedang mempersiapkan atlet-atletnya untuk masuk PPLP Jabar. Atlet yang dipersiapkan untuk masuk diklat PPLP Jabar dan SKO Ragunan tersebut adalah Alfred Cristoper, Kenza, dan Rhein. Syarat umum untuk masuk PPLP Jabar diantaranya perempuan tinggi 165 cm dan laki laki 170. Sementara untuk masuk SKO Ragunan syaratnya Laki laki 175 cm dan perempuan 170 cm. Secara persyaratan ketiga atlet STKT tersebut (Alfred Cristoper, Kenza, dan Rhein) sudah masuk criteria, tinggal dukungan do’a dan kerja keras semua pihak.

Foto bersama usai latihan Dojang STKT

“Semoga dengan adanya Dojang STKT ini muncul bibit baru lagi yang handal. Alhamdulilah, sekarang juga ada bibit walaupun masih pentil” ungkap Sbn. Odoy sambil tersenyum.  “Kami yakin di bawah kepeminpinan Ketua Pengcab TI Kota Tasikmalaya yang baru Sbn. Selamat Harto, tidak ada lagi oknum orangtu yang menghancurkan TI Kota Tasikmalaya sehingga mempengaruhi kemajuan atlet-atlet Kota Tasikmalaya. Orang tua atlet sekarang lebih bagus, lebih santun, dan lebih berpendidikan. InsyaAllah kedepannya Kota Tasikmalaya akan mampu mencetak atlet-atlet yang tangguh, handal, dan bisa berbicara banyak di level Nasional. Aamiin”. Pungkas Sbn. Odoy.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari