oleh

Variasi Media Pembelajaran Selama Pandemi

Oleh: Rd. Kakas Kaswaty, S.Pd (Guru SDN 2 Manangga)

Awal 2020 virus corona menyebar dari wuhan keseluruh dunia, indonesia sendiri mulai merasakan dampak corona semenjak awal pertengahan semester kedua tahun ajaran 2019-2020. Sejak saat itu pula guru harus mulai menyesuaikan diri dengan perubahan pola pembealjaran yang semula dilaksanakn dengan tatap muka dan dilaksanakan di dalam kelas. Kini semua berubah menjadi moda daring (dalam jaringan) atau kita lebih familiar dengan nama on line. Pembelajaran tidak lagi di dalam kelas tapi di dalam dunia maya hal yang mungkin sebelumnya kurang familiar bagi guru, siswa dan orang tua.

Sudah berjalan hampir 3 semester tentu akan menimbulkan kejenuhan,baik bagi guru siswa imbasnya sampai kepada orang tua. Hal ini bisa dipahami mengingat hampir 3 semester ini pembelajaran hanya dilakukan secara daring, dan kebanyakan hanya menggunakan media yang sama dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan ada yang hanya menggunakan satu media,yaitu melalui whats apps. Hal ini tidak salah hanya saja siswa akan cepat jenuh dan akhirnya berimbas kepada hasil pembelajaran yang diperoleh siswa. Bahkan menimbulkan masalah baru yaitu munculnya keluhan dari orang tua. Ini bisa dimaklumi mengingat orang tua kini mendapat tugas baru yaitu menerangkan materi pembelajaran kepada siswa, karena ternyata guru hanya memberikan tugas via whats app.

Untuk menyikapi hal ini guru perlu melakukan banyak terobosan, diantaranya saja dengan merubah media pembelajaran menajdilebih variatip.banyak aplikasi yang bisa di manfaatkan untuk menunjang hal tersebut. Mulai dari aplikasi yang sudah sangat familiar sampai aplikasi yang mungkin baru didengar. Variasi media pembelajaran ini bisa sangat membantu dalam meningkatkna minat belajar siswa, juga bisa lebih meringankan beban orang tua. Dengan penjelasan yang dibuat lebih variatif siswa tidak perlu lagi bertanya ulang kepada orang tua karena materi sudah di jelaskan dalam media pembealjaran yang dibuat.

Guru bisa membuat media pembelajaran berbasis video yang kemudian bisa diunggah melalui media sosial seperti youtube sehingga bisa ditonton berulang kali oleh siswa saat yang bersangkutan kebingungan  menganai materi pembelajaran yang sudah dijelaskan. Tentu saja video haruslah guru sendiri yang buat, karena guru pasti tahu batasan kemampuan siswa dan cakupan materi yang diberikan. Walau banyak bertebaran video serupa tapi tentu hasilnya tidak akan sesuai dengan yang harapkan. Banyak aplikasi pembuat video yang dapat di unduh dan digunakan oleh guru diantaranya saja ada camtasia, filmora wondersahre, kinemaster, fastono, movie maker dan lain-lain.

Media interaktifpun kini tidak hanya terbatas pada zoom meeting kita juga bisa menggunakan google meet, webes dan lain lain. Untuk menambah daya tarik siswa saat pembelajaran kita juga bisa menggunakan media lain untuk melaksanakan tes atau quis. Bisamenggunakan gform, quisis, quora dan lain-lain. Tinggal bagaimana kita mnggunakannya dan memvariasikannya dalan pembuatannya. Guru bisa merancang kegiatan pembelajaran dengan menggabungkan ebberapa media pembelajaran menjadi satu kegiatan pembealjaran.

Kreatifitas guru dalam memvariasikan media pembelajaran ini sangat di tuntut. Agar hasil yang diharapkan yaitu peningkatan semangat belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa pun tercapai. Dengan semangat belajar siswa yang tinggi orang tua akan lebih terbantu dan tidak terlalu kesulitan saat mendampingi siswa saat belajar.Dengan media yang variatif orang tinggal memfasilitasi dan mengarahkan mengenai materi pembelajaran yang sedang di pelajari.

Komentar

News Feed