Connect with us

KOMUNITAS

Workshop Literasi di Alkhoeriyah Cibeas Singaparna

|

Ahad (10/3/2019), Pesantren Alkhoeriyah Cibeas Singaparna Kab. Tasikmalaya, menyelenggarakan Workshop Literasi, yang bertempat di Aula Pesantren dan dihadiri oleh 60 peserta santri. Workshop ini berlangsung selama empat jam dan menghadirkan pemateri para pegiat literasi Tasikmalaya, Bapak Asep M Tamam dan Ilam Maolani.

Pada sambutan pembukaan, Ketua Panitia, Ustadz Andriana, menghaturkan terimakasih kepada para santri yang telah berpartisipasi menjadi peserta. Beliau berharap para santri memiliki kemampuan literasi, khususnya menulis. Kemampuan ini terasa agak sulit tapi dengan adanya workshop Literasi diharapkan para santri tidak mengalami kesulitan lagi dalam menulis.

Enam santri terbaik dalam menulis artikel

Pemateri pertama, Bapak Asep M Tamam menguraikan tentang semangat berliterasi (khususnya membaca dan menulis) di kalangan pesantren dan para ulama terdahulu serta itu harus menjadi motivasi bagi santri masa kini untuk dapat mempunyai budaya literasi yang baik.

“Banyak tokoh tokoh Islam yang memiliki karya kitab atau buku yang notabene itu adalah karya tulis, seperti Imam AlGhazali, Imam Syafi’i, Imam Nawawi, Wahbah AzZuhaili, Quraish Shihab, Hamka, dan lainnya. Mereka merupakan ulama yang terampil dalam menulis dan karya tulisnya sampai sekarang masih digunakan oleh kaum muslimin”, demikian kata Pak Asep.

Menurutnya, kini santri harus meniru kebiasaan berliterasi para ulama terdahulu. Menulis itu bermanfaat bukan hanya bagi diri tetapi juga bagi orang lain. Menulis sebagai sarana dakwah, plus menambah poin dan ‘koin’ (materi/uang), meski itu bukan tujuan utama. Dengan menulis kita dapat dikenal dunia dan tulisan itu dapat dianggap sebagai warisan keabadian.

Sementara itu Pemateri kedua, Pak Ilam, lebih menekankan pemaparan dan pemahaman pada materi praktik santri menulis artikel. Melalui model pembelajaran menulis yang atraktif dan inovatif, baik secara klasikal, kelompok maupun individual, akhirnya semua peserta dapat menghasilkan satu tulisan. Dari 60 tulisan santri, dipilih enam tulisan terbaik santri dan keenamnya diberikan reward oleh pemateri sebelum acara penutupan.

Selesai penutupan, dibentuk KOPEAH (KOmunitas PEnulis AlkhoeriyaH). Komunitas ini diharapkan menjadi penggerak tumbuhnya kesadaran literasi dikalangan santri.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari