Hadirkan Tiga Perspektif, KKN UNINUS Posko 45–46 Edukasi 150 Pelajar tentang Literasi, Jurnalistik dan Hukum

Kabar14 Dilihat

KABARSEKOLAH.ID — Tiga perspektif keilmuan dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Posko 45–46 dalam Seminar Literasi, Pelatihan Jurnalistik dan Sadar Hukum Cegah Kenakalan Remaja yang digelar di Aula Lantai 2 SD IT Al-Fajr Sarongge, Lembaga Pendidikan Pesantren Persatuan Islam (PPI) Sarongge, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang menjadi program kerja utama kedua KKN UNINUS Posko 45–46 tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari MA Persis 40 Sarongge, MTs Persis 40 Sarongge dan MTs Negeri 6 Sumedang. Para peserta mendapatkan pembekalan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari bidang yang berbeda. Materi literasi disampaikan oleh Duta Baca Jawa Barat 2026, yang mengajak peserta memahami pentingnya budaya membaca, kemampuan berpikir kritis serta kecakapan dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Sementara materi jurnalistik menghadirkan Helmi Fauzi Ridwan, S.E., Ketua FORKOWAS Sumedang. Peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar jurnalistik, teknik wawancara dan penulisan berita. Tidak berhenti pada pemaparan materi, peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung membuat tulisan jurnalistik.

Adapun materi Sadar Hukum Cegah Kenakalan Remaja disampaikan oleh Hendri Dharma Putra, S.H., M.H., Dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNINUS. Materi tersebut membahas berbagai bentuk kenakalan remaja, dampaknya, serta pentingnya membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah.

Ketua Kelompok KKN Posko 45–46, Asep Rifki Maulana Malik, mengatakan penggabungan ketiga materi tersebut merupakan upaya untuk memberikan pembekalan yang utuh kepada peserta didik.

“Literasi, jurnalistik dan hukum memiliki keterkaitan yang sangat erat di era digital. Peserta perlu memiliki kemampuan memahami informasi, mengolah dan menyampaikannya secara bertanggung jawab, sekaligus memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan,” ujar Asep.

Menurutnya, kegiatan juga diarahkan agar peserta tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu menggunakan media secara positif, produktif dan bertanggung jawab.

“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini tidak berhenti pada teori. Dalam jurnalistik, misalnya, peserta langsung praktik membuat tulisan. Ini menjadi langkah konkret agar mereka benar-benar mendapatkan pengalaman,” tambahnya.

Apresiasi Ketua Panitia KKN UNINUS 2026

Pelaksanaan program kerja tersebut turut mendapatkan apresiasi dari Dr. Yuyut Prayuti, S.H., M.H., selaku Ketua Panitia KKN UNINUS 2026.

Ia mengapresiasi mahasiswa KKN Posko 45–46 yang mampu merancang program kerja dengan mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan peserta didik, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

Menurutnya, kegiatan seperti seminar literasi, jurnalistik dan sadar hukum memiliki nilai strategis karena mahasiswa KKN tidak hanya hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga membawa edukasi yang dapat memberikan dampak bagi generasi muda.

Ia juga menilai keterlibatan narasumber dari bidang literasi, jurnalistik dan hukum menjadi salah satu kekuatan kegiatan karena memberikan peserta kesempatan memperoleh pengetahuan dari berbagai perspektif.

Dukungan dari Pemerintah Desa dan PPI Sarongge

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Pemerintahan Desa Pamulihan Bubun yang mewakili Kepala Desa Pamulihan, Mudir Am PPI Sarongge H. Muhamad Shogir, S.Psi., M.Pd., Kepala MA Persis 40 Sarongge Dadang Jaelani, S.Psi., M.Pd., Kepala MTs Persis 40 Sarongge Fahmi M. Anshori, S.Kom., serta Kepala SD IT Al-Fajr Sarongge Yeti Mulyani, M.Pd.

Dalam sambutannya, Bubun menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

“Kegiatan ini relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital. Kami bangga kepada mahasiswa KKN karena menghadirkan seminar ini untuk remaja yang bergelut langsung dengan digitalisasi.”

Sementara itu, Mudir Am PPI Sarongge H. Muhamad Shogir, S.Psi., M.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKN UNINUS sekaligus secara resmi membuka kegiatan.

“Di era digitalisasi, literasi sangat penting, apalagi terkait sadar hukum atau taat hukum di era digital. Terima kasih mahasiswa KKN atas kesempatan dan kepercayaan mengadakan kegiatan di lembaga kami.”

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNINUS Posko 45–46 berharap peserta mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga kritis dalam menerima informasi, terampil dalam menulis, memahami hukum, serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Program ini sekaligus menjadi bentuk implementasi KKN yang berorientasi pada pemberdayaan dan keberlanjutan, dengan memberikan pengetahuan serta keterampilan yang dapat terus dimanfaatkan oleh peserta setelah kegiatan berakhir.***

Komentar