SMP Asysyaakirin Luncurkan Transformasi Pendidikan Berbasis Ilmu, Iman, dan Teknologi

Kanal182 Dilihat

SMP Asysyaakiriin memulai langkah transformasi pendidikan sebagai upaya menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat pendidikan karakter. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ipan Zulfikri, S.Pd., M.P., sekolah mengusung visi “Mencetak Manusia Unggul Berbasis Ilmu, Iman, dan Teknologi.”

Transformasi tersebut diwujudkan melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL) yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi abad ke-21, SMP Asysyaakiriin juga akan mengembangkan ekstrakurikuler Digital Creative dan Robotik. Program ini bertujuan mengenalkan peserta didik pada teknologi digital, pemrograman dasar, kecerdasan buatan, serta robotika sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kepala SMP Asysyaakiriin, Ipan Zulfikri, S.Pd., M.P., mengatakan bahwa pengembangan robotik bukan sekadar mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi membangun pola pikir inovatif sejak dini.

«”Kami ingin anak-anak memahami bahwa robot bukan hanya untuk kompetisi. Robot dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, membantu inovasi di bidang pertanian, mendukung dunia industri, serta menjadi sarana lahirnya kreativitas dan inovasi. Kami ingin siswa kami tumbuh sebagai pencipta teknologi, bukan hanya pengguna teknologi.”»

Untuk memperkuat implementasi program tersebut, SMP Asysyaakiriin akan menjajaki kerja sama dengan Persatuan Robotik Seluruh Indonesia (PRSI) dalam bidang pembinaan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi robotik bagi peserta didik. Selain itu, sekolah juga merencanakan kolaborasi dengan DCI Tasikmalaya sebagai mitra akademik dalam pengembangan teknologi digital, robotik, dan peningkatan kapasitas guru.

Meski menghadirkan program-program baru, SMP Asysyaakiriin tetap berkomitmen mempertahankan kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini menjadi fondasi pembentukan karakter siswa, di antaranya Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), kesenian, dan olahraga.

Menurut Ipan, pendidikan yang berkualitas harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan keterampilan teknologi.

«”Kami ingin membuktikan bahwa sekolah di pedesaan mampu melahirkan generasi yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah unggulan. Anak-anak desa memiliki potensi, kecerdasan, dan cita-cita yang sama. Tugas kami adalah membuka akses, membangun kepercayaan diri, dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.”»

Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen SMP Asysyaakiriin untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan, karakter, dan budaya bangsa.

Melalui semangat kolaborasi bersama guru, orang tua, yayasan, dunia pendidikan, dan mitra strategis, SMP Asysyaakiriin optimistis dapat menjadi sekolah yang melahirkan generasi berakhlak mulia, menguasai teknologi, serta siap menghadapi tantangan global.

“Membangun Peradaban Dimulai dari Ruang Kelas.”

Kontak Media:
Humas SMP Asysyaakiriin
Kepala Sekolah Ipan Zulfikri, S.Pd., M.P.

Komentar