Connect with us

KIPRAH

Tatalu

|

Mereka masih meniup pianika dengan menekan nada hitam-putihnya. Menghembuskan nafas kepolosan dan apa adanya yang mengajarkan arti kejujuran sebenarnya. Tentu saja mengingatkan mereka sendiri dan yang menontonnya.

Barangkali, menjadi anak-anak sangat penting akhir-akhir ini. Sebab orang-orang dewasa ternyata semakin rumit membuat alur jalan untuk jembatan masa depan. Rasanya, untuk mengatakan hal yang biasa saja terasa berat. Pertimbangan-pertimbangan justru semakin membingungkan. Berpikir lebih lambat karena banyak hal yang diributkan dan menjadi rebutan orang-orang dewasa yang semakin lama memecahkan batu penghadang.

Lirik kiri dan kanan, sama saja. Ya, kebisingan kerap terjadi saban hari. Entah bagaimana lagi cara mendapatkan ketenangan yang justru suasana tersebut hadir ketika masa-masaku. Masa kecil yang tentram dan bahagia tanpa kengerian yang diperlihatkan di televisi setiap hari.

Memukul jimbe dan meniup pianika bukan pilihan, tetapi sebuah ungkapan agar suasana kembali normal. Tidak lagi mendengar dan melihat para orang tua ribut yang tidak pernah berujung. Baiklah, izinkan kami untuk terus membuat harmoni yang sesuai dengan kekanak-kanakan kami!

NB: Di sebuah acara penghargaan guru menulis dan pegiat literasi dari Kabar Priangan, Mei 2017.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari