Memperkuat Pancasila Melalui Psikologi Keluarga: Menanamkan Nilai Nilai Pancasila Sejak Kecil

KOLOM12 views

Oleh : Azmi Ibtisamah

Nilai Pancasila sangat penting ditananamkan sejak anak usia dini. Hal ini dimaksudkan agar mereka dewasa, mereka akan terbiasa dengan perbuatan dan tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai pada Pancasila. Anak sangat membutuhkan bimbingan dari orang lain terutama orang tua untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila tersebut.

Menanamkan moral pada anak sejak dini juga sangat diperlukan. Dengan demikian, anak dapat mengmbangkan sikap dan perilaku yang didasari oleh nilai-nilain Pancasila,agar dia tumbuh menjadi anak yang mempunyai akhlak mulia yang mempunyai moral sesuai harapan bangsa.

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam membimbing bangsa menuju tujuannya. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, nilai nilai Pancasila perlu diperkuat agar tidak terlupakan dan tergantikan oleh ideologi lain. Salah satu cara terbaik untuk memperkuat Pancasila adalah melalui psikologi keluarga.

Psikologi keluarga mempelajari bagaimana interaksi dan dinamika dalam keluarga memengaruhi perkembangan individu.Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk belajar nilai nilai dan moral. Oleh karena itu,penting bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini kepada anak anak mereka.

Berikut beberapa cara menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui psikologi keluarga:
Keteladanan:
Orang tua menjadi contoh utama bagi anak-anak.Tunjukkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
Ketuhanan yang Maha Esa : Ajarkan anak untuk beribadah sesuai agama mereka dan menumbuhkan rasa cinta dan takut kepada Tuhan.
Kemanusian yang adil dan beradap : Ajarkan untuk saling membantu dan toleransi terhadap sesama.
Persatuan Indonesia : Ajarkan anak untuk menghargai keragaman budaya dan suku bangsa di Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan/perwakilan : Ajarkan anak untuk menghargai pendapat orang lain dan bekerja sama.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Ajarkan anak untuk tidak pilih kasih dan adil. Tanamkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Komunikasi yang Terbuka :
Jalani komunikasi yang terbuka dan efektif dengan anak. Diskusikan tentang nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjawab pertanyaan anak dengan sabar dan jelas.

Kegiatan yang menyenangkan :
Bermain permainan edukasi tentang Pancasila menceritakan kisah-kisah pahlawan nasional, menyanyikan lagu lagu nasional dan mengunjungi museum atau tempat bersejarah.
Penghargaan dan Motivasi :
Berikan penghargaan dan motivasi kepaa anak ketika mereka menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dapat meningkatkan semangat mereka untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Menanamkan nilai-nilai pnacsila sejak dini melalui psikologi keluarga adalah investasi yang berharga untuk masa depan bangsa.Dengan keluarga yang kuat dan berlandasan

Pancasila,diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang bermoral,berkarakter dan cinta tanah air.

Konsep dasar ilmu psikologi keluarga diantaranya,yaitu:
Peranan Ayah Dalam Konsep Dasar Psikologi Keluarga :
Ayah sebagai kepala keluarga yang berperan mencari nafkah, pendidik, pelindung, sebagai pemberi rasa aman.
Peranan Ibu dalam konsep dasar psikologi keluarga:
Ibu memiliki peranan sebagai mengurus rumah tangga, pengasuh dan mendidik anak dan melindungi.
Peranan anak dalam konsep psikologi keluarga :
Anak memiliki peran melaksanakan peranan psikologi sosial sesuai dengan perkembangan.

Fungsi Psikologi Keluarga:
Fungsi Edukatif
Mencakup nilai Pendidikan anggota keluarga dan pembinaan oleh anggota keluarga lain.
Fungsi Sosialisasi
Ruang memperkenalkan anak pada lingkungan social yang lebih besar.
Fungsi Perlindungan
Menempatkan keluarga sebagai pelindung anggota keluarga dari tindakan tak baik dan norma yang menyimpang.
Fungsi Afeksi
Anda harus ingat bahwa anak sangat peka.Mereka akan mengamati ekpresi,gaya interaksi,perilaku dam emosi orang tua dalam berkomunikasi dengan mereka.
Fungsi Religius
Menempatkan keluarga sebagai tempat pertama yang memperkenalkan budaya agama pada anak.
Fungsi Ekonomi
Berperan dalam menambahkan rasa tanggung jawab,saling mengerti dan solidaritas ketertarikan antar keluarga.
Fungsi Rekreasi
Tempat melepaskan penat anggota keluarga dari hikuk pikuk aktivitas diluar rumah.
Fungsi Biologis
Tempat untuk memenuhi kebutuhan seperti makan,kelelahan,kesehatan dan lain lainnya setiap anggota.
Dalam hubungan keluarga,orang tua adalah yang paling penting bertanggung jawab dan memegang peranan paling besar. Namun, bukan berarti anak bisa seenaknya saja beringkah laku.Ada aturan yang harus mereka ikuti dan itu bisa diterapkan dengan adanya psikologi keluarga ini.

 

Komentar