PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL-EMOSIONAL ADALAH RUH KEBERHASILAN PENDIDIKAN

KOLOM35 views

Oleh : Irvan Kristivan, M.Pd.

Manusia merupakan mahluk yang diberi kelebihan dari mahluk lainnya, yaitu memiliki akal dan nafsu. Akal sebagai alat untuk menyaring mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Namun, disisi lain manusia juga diberi nafsu yang tidak pernah puas dengan sesuatu dan cenderung senantiasa mendorong pada hal-hal yang tidak baik. Tidak hanya itu manusia juga sebagai mahluk sosial tidak akan lepas dari interaksi dengan manusia dan mahluk lainnya.

Oleh karena itulah manusia memerlukan pendidikan. Pendidikan bukan sekedar men-“cekoki” dengan ilmu pengetahuan semata. Namun, lebih dari itu pendidikan harus mampu meningkatkan kompetensi sosial dan emosional. Dengan kemampuan sosial yang mumpuni manusia dapat berinteraksi dengan mahluk sekitarnya sehingga akan tercipta keharmonisan dan kerukunan. Tak hanya itu dia akan memberi ketenangan dan kebaikan bagi manusia dan mahluk lainnya. Begitupun jika memiliki kemampuan emosional yang tinggi, dia akan terkendali dalam setiap ucapan dan tindakannya. Sikap toleransi (saling menghargai dan menghormati) akan lebih dominan ketimbang hasrat untuk memenuhi kepuasan pribadi. Sikap mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi akan lebih besar dan tertanam kuat. Karena selayaknya kodrat alam manusia yang diberi akal adalah untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar serta memberikan kebermanfaatan bagi lingkungannya.

Dari paparan di atas sudah sangat jelas bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai-nilai raport dan ujian, apa yang dia ciptakan, berapa besar penghasilan setelah bekerja, jadi apa dia kelak di masa depan, atau apapun yang dicapainya setelah menuntaskan pendidikan. Keberhasilan pendidikan sejatinya adalah meningkatnya kemampuan sosial-emosional, sehingga hari ini, esok, dan seterusnya siswa dapat memberikan kebermanfaatan bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Juga dimanapun dia berada akan memberikan ketenangan dan ketentraman serta kebahagiaan bagi siapapun. Karena pada hakikatnya manusia hidup bukan mencari nilai raport, mencari kekayaan ataupun mencari kesuksesan melainkan mencari ketenangan dan kebahagiaan hidup. Hidup di dunia dan hidup diakhirat nanti.

Komentar