STITNU Al Farabi Pangandaran Lepas Ratusan mahasiswa untuk Laksanakan Praktik Pengalaman Lapangan

KOMUNITAS3 views

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Farabi Pangandaran melepas 160 mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Hadir pada acara pelepasan mahasiswa PPL, Drs. Asep Saepurrohman, M. M. (Ketua STITNU), Dr. Dasep Ubaidillah (Wakil Ketua Bid. Akademik), Samsudin, M M (Wakil Ketua Bid. Keuangan dan Kepegawaian), dan seluruh civitas akademika STITNU Al Farabi.

Ketua STITNU Al Farabi, Asep Saepurrohman membuka pelepasan PPL dengan Basmallah dan riuh tepuk tangan dari seluruh hadirin. Pada sambutannya, Ketua STITNU Al Farabi mengamanatkan tentang sikap mulia pada seorang guru yang islami. “Style mahasiswa harus mencermin style Oemar Bakri, lah, minimalnya”, paparnya dengan riuh tepuk tangan mahasiswa.

“Ada perbedaan mencolok antara guru dan bukan guru, dimulai dari cara berpakaian, sebut saja Oemar Bakri, gaya khas seorang guru dengan menggunakan celana kain yang ngajiripit, kemeja rapih, menggunakan kopiah atau rambut klimis dan wangi serta menggunakan tas slempang. Sekali lagi, saya pesankan bahwa, perlihatkan kepada masyarakat akhlak STITNU adalah akhlak guru”.

Orientasi Capaian PPL STITNU

Disamping Ketua STITNU Al Farabil, Wakil Ketua Bidang Akademik, Dr. Dasep menjelaskan tentang capaian-capaian PPL yang harus masing-masing mahasiswa PPL raih, baik prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Bimbibangan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Menurutnya, mahasiswa PPL STITNU Al Farabi harus mengacu standar kompetensi lulusan, menjalankan aktivitas PPL sesuai dengan haluan Prodi. Sebelum pelepasan, tutur Dasep, masing-masing Prodi telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan lembaga terkait guna memastikan dan memaksimalkan kinerja.

“Prodi MPI berorientasi menjadi leader, pemimpin. Maka mahasiswa ketika melakukan praktik pengalaman lapangan mendampingi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Garis tipis antara administrasi pendidikan dan manajemen pendidikan islam adalah dalam kreatifitas, konsep dan manajerial dan kepemimpinan. Kita adalah Manajemen Pendidikan Islam bukan jurusan Administrasi Pendidikan.”

Wakil ketua satu bidang akademik, yang akrab disapa Pak Dasep itu pun mengamanatkan kepada Mahasiswa PPL PIAUD bahwa mahasiswa harus mampu mengajarkan akidah nahdliyah sejak anak usia dini. Adapun amanat wakil ketua 1 biro akademik itu kepada mahasiswa BKPI adalah “mahasiswa BKPI sebagai guru bimbingan konseling atau konselor pendidikan. Prodi BKPI haru dapat memanusiakan manusia. BKPI bukan sebagai polisi sekolah, tapi sebagai sahabat siswa. Minta bakat kemampuan siswa harus diketahui sejak dini.” Amanatnya kepada seluruh mahasiswa.

“Saya mohon etika harus dijaga. Kita harus beradaptasi dengan budaya dan tradisi sekolah yang ditempati. Disiplin dalam menjalankan tata tertib.” Pungkasnya.

 

Komentar