Connect with us

KIPRAH

Ghea; Pendongeng Cilik Berprestasi

|

SUKAMULYA. Adalah Ghea Ghaissani Hasyim siswi kelas 2 SDN Sukamulya yang pintar mendongeng. Lahir di Tasikmalaya tanggal 24 mei 2011. Meski usianya masih 8 tahun Ghea sudah tidak grogi lagi tampil di panggung.

Berawal dari lomba dongeng antar kelas di SDN Sukamulya, putri dari pasangan Lusi Ayu Gustari dan Iim Fadilah Hasyim ini terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan.

Ghea Ghaissani Hasyim Siswi Kelas 2 SDN Sukamulya

Gadis cilik yang hobi mendongeng ini pernah mengikut lomba Festival Literasi Nasional (FLN), meskipun belum berhasil masuk finalis. Sementara pada perlombaan bercerita yang diadakan oleh Dispusipda Kota Tasikmalaya, Ghea berhasil masuk final dan meraih juara harapan I. Meskipun pada waktu itu Ghea masih duduk di kelas 1 SD dan tercatat sebagai peserta termuda, Ghea mampu mengalahkan pesaing-pesaing lainnya yang duduk si kelas 5.

Tidak hanya sampai di sana, Ghea yang kini duduk di kelas 2 SD kembali unjuk kebolehan pada gelaran Festival Lomba Seni Sastra Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Bungursari  (21/2). Tampil dengan penuh percaya diri, Ghea mampu menyabet Juara 2.

“Meski tak menjadi Juara ke-1, namun ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Bisa tampil dengan baik saja saya sudah bersyukur, apalagi ini meraih juara. Sungguh membuat saya terharu” ungkap Lusi ibunda Ghea sekaligus Guru SDN Sukamulya yang senantiasa membimbingnya dengan sabar. Dalam membimbing putri kesayangannya, Lusi harus memperagakan dengan ekspresif agar Ghea mampu menirukan dan tampil dengan baik. Siang-malam selalu berlatih tak kenal lelah. “Rasanya saya ingin meneteskan air mata, karena jeri payah kami berbuah hasil” tambah Lusi.

Selaku kepala sekolah, Noneng Rosnati ikut merasa bangga melihat prestasi Ghea. “Ghea adalah aset dan kebanggaan sekolah kami. Perjalanannya masih sangat jauh, dan masih banyak mimpi yang mesti ia raih. Karenanya selaku kepala sekolah saya hanya bisa memotivasi dan memberi kepercayaan penuh kepada guru pembimbing. Kebetulan selain sebagai guru pembimbing, Lusi juga merupakan ibu dari Ghea, sehingga bisa membimbingnya dengan “total” baik di rumah maupun di sekolah.” Noneng selalu memberikan kebijakan dengan menugaskan guru untuk membimbing siswa sesuai dengan kompetensi dan kemaun guru. Bahkan Noneng memberi kebebasan guru untuk memilih siswa/i dan membimbing ekskul agar mempersiapkan mengikuti lomba-lomba dalam berbagai bidang. “Jika di sekolah lain diutamakan siswa-siswi kelas atas saja, di SDN Sukamulya saya memberi ruang kepada siswa-siswi kelas bawah yang memiliki talenta. Sehingga alhamdulillah setiap tahunnya ada saja siswa kelas bawah yang luar biasa dan mampu berprestasi” pungkas Noneng.