Connect with us

KIPRAH

SDN Sukamulya Dukung Program “Magrib Mengaji”

|

MAGRIB mengaji. Salah satu program Wali Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman ini mendapat respon yang sangat baik dari sekolah-sekolah di kota Tasikmalaya. Kota Tasik yang terkenal dengan jargon “Kota Santri” tidak asing dengan magrib mengaji. Memang sudah sejak dulu secara turun menurun setiap usai shalat magrib anak-anak bahkan hingga orang dewasa selalu ramai dengan kegiatan tadarus Al-Quran. Mushola-mushola dan mesjid-mesjid tak pernah sepi diramaikan oleh mereka yang mengaji.

Zaman Now. Pengaruh budaya luar sudah masuk dan menggerus kultur masyarakat Tasik yang “nyantri”. Anak-anak bahkan ibu-ibu banyak yang terlena oleh acara televisi. Belum lagi gadget. Smartphone yang semakin smart meninabobokan masyarakat untuk lupa akan akhirat. Sifat Hedonism sudah mulai tertanam. Tentu hal itu sangat buruk terhadap karakter masyarakat Kota Tasik dimasa yang akan datang. Maka dari itu program magrib mengaji ini harus kembali didukung oleh semua lapisan masyarakat, baik keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, maupun pemerintah. Melalui magrib mengaji inilah penanaman nilai-nilai agama dan nilai-nilai budi pekerti sejak dini tercipta.

SDN Sukamulya sebagai salah satu sekolah yang giat menggelorakan literasi, berusaha mendukung penuh program magrib mengaji. Meskipun aktivitas siswa diluar jam belajar adalah tanggung jawab keluarga, namun monitoring dan pengawasan sangat perlu dilakukan. Home visit dari pihak sekolah kerap dilakukan. Agar hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat terjalin dengan baik. Tidak hanya itu kerjasama untuk membentuk siswa yang berakhlakul karimah akan tercapai. Begitupun jika ada kendala atau hambatan, akan dengan mudah dipecahkan bersama.

Tidak hanya monitoring, juga untuk mendapatkan data yang konkrit terkait kegiatan magrib mengaji siswa. Dari kegiatan monitoring yang dilakukan pihak SDN Sukamulya didapat data bahwa siswa-siswi SDN Sukamulya melakukan magrib mengaji ditempat pengajian yang berada dekat dengan lingkungan rumahnya. Berdasarkan data domisili siswa SDN Sukamulya berada dari berbagai kampung dalam satu Kecamatan Bungursari. Siswa yang berada di Sukamulya (Aboh) mengaji di Pesantren Al-Muchtar dan Mushola Assalam, yang berada di Padamulya mengaji di Mesjid Muhtarul Huda, yang berada di Bantar Gedang mengaji di Mesjid Persis, dan siswa yang berada di Leuwimalang mengaji di Madrasah Al-Ikhlas.

“Kami mendukung penuh program Bapak Wali Kota Tasikmalaya “Magrib Mengaji” karena program tersebut sangat positif dan bermanfaat. Oleh karena itu saya mengintruksikan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan SDN Sukamluya untuk sama-sama memonitoring kegiatan magrib mengaji. Jika ada siswa yang tidak mengaji, maka menghubungi orang tuanya dan memberi masukan akan agar orang tua mendorong anaknya untuk mengaji setiap ba’da magrib” ungkap Noneng Rosnati Kepala SDN Sukamulya.

Kegiatan yang serupa diharapkan dapat dilakukan oleh sekolah-sekolah yang lain. Karena melalui kegiatan wajib mengaji inilah karakter masyarakat Kota Tasik yang nyantri dan berakhlak mulya akan terbentuk.

Foto-Foto Kegiatan Magrib Mengaji siswa-siswi SDN Sukamulya

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Komentari