Connect with us

KOLOM

Sukseskan Imunisasi Campak dan Rubella

|

Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan mencanangkan kampanye imunisasi campak dan rubella (Measles Rubella/ MR) GRATIS, dan itu ditujukan buat anak-anak usia sekolah maksimal 15 tahun, diadakan di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/ MTS/sederajat). Menurut sumber Kementerian Kesehatan RI, pemerintah menargetkan ada sekitar 34 jutaan anak yang akan diberikan imunisasi. Perinciannya yaitu mencakup 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas.Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) yang pencanangannya dibuka oleh Presiden Jokowi pada tanggal 1 Agustus ini, adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Tim Penggerak PKK Pusat, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, dan juga lembaga serta organisasi terkait lainnya. Vaksin ini aman, yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Fatwa MUI No. 4 Tahun 2016 dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) karena sifatnya melindungi dari bahaya yang berisiko nyawa ataupun kecacatan. Ini dilihat sebagai upaya membangun kekebalan tubuh, yang dengan begitu akan menjadi benteng pertahanan tubuh dalam melawan serangan penyakit dari luar atau virus.Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan para ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib. Penjelasan ini dinyatakan oleh Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, Sekretaris komisi fatwa MUI Pusat.

Pemberian vaksin campak dan rubella secara nasional ini bertujuan untuk memutus dampak atau bahaya sesorang apabila terkena virus yang tidak hanya menyebabkan kecacatan bahkan juga kematian. Campak menyebabkan komplikasi serius, seperti : radang paru,, ket radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella sendiri menyebabkan keguguran/ kecacatan pada bayi meliputi kelainan jantung dan mata,  ketulian, dan keterlambatan perkembangan.

Berdasarkan hal tersebut, maka untuk mencegah dan mengurangi dampak berbahaya dari virus campak dan rubella tersebut, sekolah-sekolah yang berada di sekitaran Bungursari dan seluruh kota Tasikmalaya melaksanakan imunisasi campak rubella sesuai anjuran pemerintah pusat. Seperti yang terlihat di SDN Sukamulya (9/8/2017) pagi hari anak-anak yang telah bersiap diberi imunisasi. Sebelumnya anak-anak memang tidak diberitahu akan dilaksanakan imunisasi, namun pihak sekolah telah mewanti-wanti sebelumnya peserta didik harus sarapan terlebih dahulu. Pada awalnya pihak sekolah merasa khawatir anak-anak akan ketakutan, namun setelah diberi motivasi akan pentingnya imunisasi mereka siap untuk diberi imunisasi.

Pukul 08.00 WIB, petugas kesehatan dari Puskesmas Bantarsari dengan dibantu tenaga kesehatan serta mahasiswa Bakti Tunas Husada telah bersiap melakukan pemberian vaksin. Mobil ambulance dan obat-obatan telah mereka persiaakan sebagai antisipasi apabila ada reaksi berlebih kepada siswa yang telah di vaksin.  Pihak sekolah pun berpartisipasi dengan menyediakan makanan ringan untuk peserta didik terutama yang belum sarapan serta fasilitas UKS. Siswa yang seharusnya mengikuti imunisasi di SDN Sukamulya adalah 425 siswa. Namun sekitar 10 orang tidak hadir dikarenakan sakit. Menurut petugas kesehatan, untuk peserta didik yang pada kesempatan ini tidak hadir akan diadakan imunisasi susulan yang jadwalnya akan ditentukan kemudian.

Untuk meringankan ketegangan, pihak sekolah telah menyediakan 3 ruangan khusus. Pertama ruang tunggu, disini sambil menunggu giliran siswa bisa sambil menonton pemutaran film “CARS 2”. Wajah-wajah tegang berubah menjadi wajah ceria dan tenang. Siswa yang telah dipanggil dipersilakan menuju ruangan kedua, disana petugas kesehatan yang terlatih memberikan pemberian vaksin. Pada umunya, mereka yang diberi vaksin terlihat santai, meski ada beberapa yang menangis atau ditemani orang tua terutama siswa di kelas rendah. Siswa yang telah diberi vaksin kemudian diberi tanda oleh petugas kesehatan dan memasuki ruangan ketiga. Di ruangan ketiga ini mereka yang telah divaksin dipantau untuk melihat apakah ada reaksi/ tidak terutama apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun di ruangan ini siswa yang telah diberi vaksin hampir semua tidak memperlihatkan sesuatu yang tidak diharapkan. Hanya saja ada satu orang siswa kelas VI yang pingsan, dikarenakan sejak pagi belum sarapan. Padahal sebelumnya pihak sekolah telah mengingatkan kepada siapa saja yang belum sarapan dengan menyediakan makanan. Petugas segera membawa anak tersebut ke puskemas dengan menggunakan ambulans yang telah dipersiapkan. Menurut petugas, kondisi siswa yang pingsan itu telah kembali normal hanya masih lemas saja.

Suasana pemberian vaksin campak rubella ini berlangsung cukup dramatis namun menyisakkan harapan untuk generasi Indonesia yang lebih sehat dan ceria. Selesai kegiatan,  petugas kesehatan memberikan apresiasi terhadap siswa dan pihak sekolah atas kerjasamanya dalam menyukseskan program pemerintah ini. Kepala sekolah SDN Sukamulya memberikan tanggapan positif dan mendukung upaya pemerintah ini, “Program pemberian vaksin campak dan rubella/ MR ini sangat penting karena dengan imunisasi ini anak-anak Indonesia akan terlindungi dari penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan cacat dan kematian”tuturnya.

Demi masa depan cerah, tumbuh kembang yang sehat dan berkualitas dari anak-anak Indonesia, marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan vaksinasi gratis tetapi sangat penting ini. Lindungi anak-anak dari risiko bahaya terinfeksi campak dan Rubella. Sehingga harapan bangsa Indonesia pada tahun 2020 terbebas dari virus mematikan ini bisa tercapai.